Nihīyati puriso nihīnasevī,
Seseorang yang bergaul dengan orang rendah akan merosot,
A man who associates with an inferior goes downhill,
Sutta tentang Teman Bergaul
Sutta ini mengajak kita merenungkan kriteria dalam memilih lingkungan pergaulan, bukan berdasarkan status sosial atau popularitas, melainkan kualitas batin seperti moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memilah tiga tipe individu dan sikap yang tepat terhadap masing-masing.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tiga jenis individu yang ditemukan di dunia berdasarkan kualitas moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan mereka: yang lebih rendah, yang setara, dan yang lebih unggul. Beliau menjelaskan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap masing-masing—menghindari yang lebih rendah kecuali karena belas kasihan, bergaul dengan yang setara untuk diskusi yang saling menguntungkan, dan menghormati serta melayani yang lebih unggul untuk pengembangan diri. Sutta ditutup dengan syair yang menekankan pentingnya memilih teman yang lebih baik.
Nihīyati puriso nihīnasevī,
Seseorang yang bergaul dengan orang rendah akan merosot,
A man who associates with an inferior goes downhill,
Na ca hāyetha kadāci tulyasevī;
tetapi bergaul dengan orang setara, engkau tidak akan pernah merosot;
but associating with an equal, you’ll never decline;
Seṭṭhamupanamaṁ udeti khippaṁ,
mengikuti yang terbaik, engkau akan cepat bangkit,
following the best, you’ll quickly rise up,
Tasmā attano uttariṁ bhajethā”ti.
maka dari itu, bergaulah dengan orang yang lebih baik darimu.”
so you should keep company <j>with people better than you.”
Chaṭṭhaṁ.
Ke enam.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.