an3.1:3.1 Demikianlah, para bhikkhu, orang bodoh membawa bahaya, sedangkan orang bijaksana aman.
Sutta tentang Bahaya
Sutta ini mengajak kita merenungkan dampak kebodohan dan kebijaksanaan dalam kehidupan. Perhatikan bagaimana perumpamaan api digunakan untuk menggambarkan bahaya yang ditimbulkan oleh orang bodoh, dan renungkan bagaimana kita dapat melatih diri untuk menjadi bijaksana.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa segala bahaya, kemalangan, dan bencana berasal dari orang bodoh, bukan dari orang bijaksana. Beliau menggunakan perumpamaan api yang menyebar dari gubuk alang-alang untuk mengilustrasikan bagaimana kebodohan dapat membawa kehancuran. Di akhir khotbah, Beliau mendorong para bhikkhu untuk berlatih menghindari tiga hal yang menandai orang bodoh dan menjalankan tiga hal yang menandai orang bijaksana.
an3.1:3.1 Demikianlah, para bhikkhu, orang bodoh membawa bahaya, sedangkan orang bijaksana aman.
an3.1:3.2 Orang bodoh membawa kemalangan, sedangkan orang bijaksana tidak.
an3.1:3.3 Orang bodoh membawa bencana, sedangkan orang bijaksana tidak.
an3.1:3.4 Tidak ada, para bhikkhu, bahaya dari orang bijaksana, tidak ada kemalangan dari orang bijaksana, tidak ada bencana dari orang bijaksana."
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.