“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya tayo dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, tiga hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, three things should be developed.
~
Sutta ini mungkin terasa berulang, tetapi justru di situlah kekuatannya: setiap pengulangan menegaskan bahwa berbagai kotoran batin, sekecil apa pun, dapat diatasi dengan tiga konsentrasi yang sama. Mari kita renungkan bagaimana pola ini berbicara tentang universalitas jalan spiritual.
Sutta ini adalah kumpulan teks singkat yang disusun secara berulang, di mana Sang Buddha mengajarkan bahwa untuk mencapai pengetahuan langsung dan berbagai tingkat pelepasan atas nafsu, kebencian, delusi, dan berbagai kotoran batin lainnya, seseorang harus mengembangkan tiga jenis konsentrasi: konsentrasi kekosongan, konsentrasi tanpa tanda, dan konsentrasi tanpa arah. Pola yang sama diulang untuk setiap kotoran batin dan untuk berbagai tujuan spiritual, mulai dari pemahaman penuh hingga pelepasan total.
“Rāgassa, bhikkhave, abhiññāya tayo dhammā bhāvetabbā.
“Para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, tiga hal harus dikembangkan.
“For insight into greed, three things should be developed.
Katame tayo?
Apakah tiga itu?
What three?
Suññato samādhi, animitto samādhi, appaṇihito samādhi—
Konsentrasi kekosongan, konsentrasi tanpa tanda, dan konsentrasi tanpa arah—
Emptiness immersion; signless immersion; and undirected immersion.
rāgassa, bhikkhave, abhiññāya ime tayo dhammā bhāvetabbā. (…)
para bhikkhu, demi pengetahuan langsung atas nafsu, ketiga hal ini harus dikembangkan. (…)
For insight into greed, these three things should be developed.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.