an3.16:2.1 Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjaga pintu-pintu indria?
an3.16:2.2 Di sini, para bhikkhu, setelah melihat suatu bentuk dengan mata, ia tidak menangkap ciri-ciri utamanya maupun ciri-ciri detailnya.
an3.16:2.3 Karena jika indria mata tidak terkekang, maka keserakahan dan ketidak-senangan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda dirinya. Oleh karena itu, ia berlatih untuk mengekangnya, ia menjaga indria mata, dan mencapai pengekangan atas indria mata.
an3.16:2.4 Setelah mendengar suatu suara dengan telinga …
an3.16:2.5 Setelah mencium suatu bau dengan hidung …
an3.16:2.6 Setelah mengecap suatu rasa dengan lidah …
an3.16:2.7 Setelah merasakan suatu sentuhan dengan tubuh …
an3.16:2.8 Setelah mengetahui suatu objek pikiran dengan pikiran, ia tidak menangkap ciri-ciri utamanya maupun ciri-ciri detailnya.
an3.16:2.9 Karena jika indria pikiran tidak terkekang, maka keserakahan dan ketidak-senangan, kualitas-kualitas buruk yang tidak terampil, akan melanda dirinya. Oleh karena itu, ia berlatih untuk mengekangnya, ia menjaga indria pikiran, dan mencapai pengekangan atas indria pikiran.
an3.16:2.10 Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu menjaga pintu-pintu indria.
