Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.15
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menggunakan kisah yang sederhana dan mudah dipahami untuk menggambarkan sebuah prinsip Dhamma yang dalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengajarkan tentang pentingnya ketelitian dan kemurnian batin melalui kisah seorang pembuat kereta di masa lampau.
Sang Buddha menceritakan kisah masa lampau tentang Raja Pacetana yang meminta pembuat keretanya membuat sepasang roda baru. Roda yang dibuat tergesa-gesa dalam enam hari ternyata bengkok dan cacat, sehingga jatuh saat digulingkan, sementara roda yang dibuat dengan teliti selama enam bulan tetap kokoh. Buddha kemudian mengungkapkan bahwa Ia adalah pembuat kereta itu, dan menggunakan perumpamaan ini untuk mengajarkan pentingnya melenyapkan kebengkokan, cacat, dan noda dalam tubuh, ucapan, dan pikiran.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
‘Ko nu kho, samma rathakāra, hetu ko paccayo yamidaṁ cakkaṁ chahi divasehi niṭṭhitaṁ taṁ pavattitaṁ samānaṁ yāvatikā abhisaṅkhārassa gati tāvatikaṁ gantvā ciṅgulāyitvā bhūmiyaṁ papati?
‘Apakah sebabnya, sahabatku pembuat kereta, apakah alasannya roda yang selesai dalam enam hari itu, ketika digulingkan, berputar sejauh dorongan awalnya, lalu bergoyang-goyang dan jatuh ke tanah?
‘But what is the cause, my good chariot-maker, what is the reason why the wheel that was finished in six days wobbled and fell,
Ko pana, samma rathakāra, hetu ko paccayo yamidaṁ cakkaṁ chahi māsehi niṭṭhitaṁ chārattūnehi taṁ pavattitaṁ samānaṁ yāvatikā abhisaṅkhārassa gati tāvatikaṁ gantvā akkhāhataṁ maññe aṭṭhāsī’ti?
Dan apakah sebabnya, sahabatku pembuat kereta, apakah alasannya roda yang selesai dalam enam hari kurang dari enam bulan itu, ketika digulingkan, berputar sejauh dorongan awalnya, lalu berdiri tegak seolah-olah terpasang pada porosnya?’
while the one that was finished in six days less than six months stood still as if fixed to an axle?’
‘Roda yang selesai dalam enam hari itu, Baginda, memiliki pelek yang bengkok, cacat, dan rusak; jari-jari yang bengkok, cacat, dan rusak; serta pusat roda yang bengkok, cacat, dan rusak.
‘The wheel that was finished in six days, Your Majesty, is crooked, flawed, and defective in rim, spoke, and hub.
Karena peleknya bengkok, cacat, dan rusak; jari-jarinya bengkok, cacat, dan rusak; serta pusat rodanya bengkok, cacat, dan rusak, maka ketika digulingkan, ia berputar sejauh dorongan awalnya, lalu bergoyang-goyang dan jatuh ke tanah.
Sedangkan roda yang selesai dalam enam hari kurang dari enam bulan itu, Baginda, memiliki pelek yang tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak; jari-jari yang tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak; serta pusat roda yang tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak.
The wheel that was finished in six days less than six months, Your Majesty, is not crooked, flawed, and defective in rim, spoke, and hub.
Karena peleknya tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak; jari-jarinya tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak; serta pusat rodanya tidak bengkok, tidak cacat, dan tidak rusak, maka ketika digulingkan, ia berputar sejauh dorongan awalnya, lalu berdiri tegak seolah-olah terpasang pada porosnya.’
That’s why it stood still as if fixed to an axle.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.