‹
AN 3.15

Sacetanasutta

Tentang Pacetana

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.15

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menggunakan kisah yang sederhana dan mudah dipahami untuk menggambarkan sebuah prinsip Dhamma yang dalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengajarkan tentang pentingnya ketelitian dan kemurnian batin melalui kisah seorang pembuat kereta di masa lampau.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menceritakan kisah masa lampau tentang Raja Pacetana yang meminta pembuat keretanya membuat sepasang roda baru. Roda yang dibuat tergesa-gesa dalam enam hari ternyata bengkok dan cacat, sehingga jatuh saat digulingkan, sementara roda yang dibuat dengan teliti selama enam bulan tetap kokoh. Buddha kemudian mengungkapkan bahwa Ia adalah pembuat kereta itu, dan menggunakan perumpamaan ini untuk mengajarkan pentingnya melenyapkan kebengkokan, cacat, dan noda dalam tubuh, ucapan, dan pikiran.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an3.15:5.2 ‘Surely that chariot-maker must have been someone else at that time?’

an3.15:5.4 I myself was the chariot-maker at that time.

an3.15:5.5 Then I was skilled in the crooks, flaws, and defects of wood.

an3.15:5.6 Now that I am a perfected one, a fully awakened Buddha, I am skilled in the crooks, flaws, and defects of actions by body, speech, and mind.

an3.15:5.7 Whatever monk or nun has not given up the crooks, flaws, and defects of body, speech, and mind has fallen from the teaching and training, just like the wheel that was finished in six days.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.