Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.14
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna kepemimpinan dan otoritas sejati. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggunakan analogi seorang raja duniawi untuk menjelaskan prinsip universal tentang Dhamma sebagai landasan segala tindakan.
Sang Buddha menjelaskan bahwa bahkan seorang raja pemutar roda pun tidak memerintah tanpa 'raja' di atasnya, yaitu Dhamma. Raja yang adil bersandar pada Dhamma untuk melindungi rakyatnya, dan Sang Tathāgata juga bersandar pada Dhamma untuk menetapkan panduan mengenai perbuatan jasmani, ucapan, dan pikiran. Dengan cara inilah roda kekuasaan duniawi dan Roda Dhamma yang tertinggi diputar, dan keduanya tidak dapat diputar balik oleh siapa pun.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.14:1.1 “Mendicants, even a wheel-turning monarch, a just and principled king, does not wield power without having their own king.”
an3.14:1.2 When he said this, one of the mendicants said to the Buddha:
an3.14:1.3 “But who is the king of the wheel-turning monarch, the just and principled king?”
an3.14:1.4 “It is principle, monk,” said the Buddha.
an3.14:1.5 “Monk, a wheel-turning monarch provides just protection and security for his court, relying only on principle—honoring, respecting, and venerating principle, having principle as his flag, banner, and authority.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.14 · Sutta Raja Pemutar Roda | Tiga Keranjang