Ekaṁ samayaṁ bhagavā vesāliyaṁ viharati gotamake cetiye.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Vesālī, di Kuil Gotamaka.
At one time the Buddha was staying near Vesālī, at the Gotamaka Shrine.
Kuil Gotamaka
Sutta ini sangat singkat namun sarat makna. Perhatikan tiga kualitas pengajaran yang ditekankan Buddha—pengetahuan langsung, sebab, dan keterujian—serta bagaimana hal itu menjadi dasar keyakinan dan kegembiraan para praktisi.
Di Kuil Gotamaka dekat Vesālī, Sang Buddha menyampaikan khotbah singkat kepada para bhikkhu tentang tiga ciri cara beliau mengajarkan Dhamma: berdasarkan pengetahuan langsung, dengan sebab, dan dengan dasar yang dapat dibuktikan. Beliau menegaskan bahwa karena hal ini, nasihat dan petunjuk-Nya layak diikuti, dan para bhikkhu sepatutnya merasa puas, gembira, dan bahagia karena Buddha, Dhamma, dan Saṅgha yang sempurna. Saat khotbah berlangsung, seribu sistem dunia bergetar.
Ekaṁ samayaṁ bhagavā vesāliyaṁ viharati gotamake cetiye.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Vesālī, di Kuil Gotamaka.
At one time the Buddha was staying near Vesālī, at the Gotamaka Shrine.
Tatra kho bhagavā bhikkhū āmantesi:
Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
There the Buddha addressed the mendicants,
“bhikkhavo”ti.
“Para bhikkhu!”
“Mendicants!”
“Bhadante”ti te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
“Yang Mulia,” jawab para bhikkhu itu.
“Venerable sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.