Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.124
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan pentingnya kerukunan dalam komunitas dan bagaimana kondisi batin seseorang tercermin dalam cara mereka berinteraksi. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menekankan dampak dari pikiran-pikiran tertentu terhadap kehidupan bersama.
Dalam khotbah singkat ini, Sang Buddha menjelaskan sikapnya terhadap para bhikkhu yang hidup dalam pertengkaran dan perselisihan. Ia menyatakan bahwa bahkan sekadar mengingat tempat seperti itu pun membuatnya tidak nyaman, apalagi mengunjunginya. Sebaliknya, ia merasa nyaman mengunjungi tempat di mana para bhikkhu hidup rukun, saling menghargai, dan bersatu bagaikan susu dan air. Ia menyimpulkan bahwa mereka yang bertengkar telah meninggalkan pikiran meninggalkan keduniawian, niat baik, dan tanpa kekejaman, serta mengembangkan pikiran keinginan indrawi, niat buruk, dan kekejaman; sedangkan mereka yang rukun telah melakukan sebaliknya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Akan tetapi, para bhikkhu, di wilayah mana pun para bhikkhu hidup rukun, saling bergembira, tanpa perselisihan, bagaikan susu dan air yang menyatu, saling memandang dengan mata penuh kasih, bahkan untuk pergi ke sana pun, para bhikkhu, aku merasa nyaman, apalagi untuk sekadar mengingatnya.
I feel comfortable going to a place where the mendicants live in harmony—appreciating each other, without quarreling, blending like milk and water, and regarding each other with kindly eyes—let alone thinking about it.
Para bhikkhu, di arah mana pun para bhikkhu berdiam dengan rukun, bergembira, tanpa bertengkar, bagaikan air dan susu yang tercampur, saling memandang dengan mata penuh kasih, maka arah itu pun menyenangkan bagiku untuk dikunjungi, apalagi untuk direnungkan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.124 · Khotbah tentang Pertengkaran | Tiga Keranjang