Kāyasuciṁ vacīsuciṁ,
Kebersihan tubuh, kebersihan ucapan,
Purity of body, purity of speech,
Kesucian (Ke dua)
Sutta ini mengajak kita merenungkan bahwa kesucian tidak hanya soal perilaku lahiriah, tetapi juga kejernihan batin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci ketiga aspek kesucian ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga jenis kesucian: kesucian tubuh, ucapan, dan pikiran. Kesucian tubuh dan ucapan dijelaskan sebagai penghindaran dari perbuatan tidak baik, sementara kesucian pikiran dijelaskan secara lebih mendalam sebagai kesadaran penuh terhadap keberadaan dan lenyapnya rintangan batin seperti keinginan indrawi, niat buruk, kemalasan, kegelisahan, dan keragu-raguan. Sutta ditutup dengan syair yang menegaskan pentingnya kebersihan batin yang tanpa noda.
Kāyasuciṁ vacīsuciṁ,
Kebersihan tubuh, kebersihan ucapan,
Purity of body, purity of speech,
cetosuciṁ anāsavaṁ;
dan kebersihan batin yang tanpa noda.
and undefiled purity of heart.
Suciṁ soceyyasampannaṁ,
Orang suci yang sempurna dalam kesucian,
A pure one, blessed with purity,
āhu ninhātapāpakan”ti.
dikatakan telah membersihkan segala kejahatan.”
has washed off all bad things, they say.”
Navamaṁ.
Yang kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.