Katamā ca, bhikkhave, ājīvavipatti?
Dan apakah, para bhikkhu, kegagalan dalam pencarian nafkah?
And what is failure in livelihood?
Sutta tentang Perbuatan
Sutta ini mengajak kita merenungkan tiga aspek penting dalam kehidupan: bagaimana kita bertindak, bagaimana kita mencari nafkah, dan bagaimana kita memandang dunia. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang apa yang disebut kegagalan dan pencapaian dalam ketiga hal tersebut.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tiga kegagalan dan tiga pencapaian yang menentukan arah kehidupan seseorang. Kegagalan meliputi perbuatan buruk, mata pencaharian salah, dan pandangan salah, sedangkan pencapaian adalah kebalikannya: perbuatan baik, mata pencaharian benar, dan pandangan benar. Sutta ini menekankan pentingnya ketiga aspek tersebut dalam membentuk jalan menuju kebahagiaan atau kehancuran.
Katamā ca, bhikkhave, ājīvavipatti?
Dan apakah, para bhikkhu, kegagalan dalam pencarian nafkah?
And what is failure in livelihood?
Idha, bhikkhave, ekacco micchāājīvo hoti, micchāājīvena jīvikaṁ kappeti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang memiliki pencarian nafkah yang salah dan menghidupi dirinya dengan pencarian nafkah yang salah.
It’s when a noble disciple has wrong livelihood and earns a living by wrong livelihood.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, ājīvavipatti.
Ini, para bhikkhu, disebut ‘kegagalan dalam pencarian nafkah’.”
This is called ‘failure in livelihood’.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.