Katamā ca, bhikkhave, cittasampadā?
Dan apakah, para bhikkhu, pencapaian dalam pikiran?
And what is accomplishment in mind?
Sutta tentang Kegagalan dan Keberhasilan
Sutta ini menyajikan ajaran yang terstruktur dan jelas tentang hukum kamma dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita renungkan bagaimana moralitas, kondisi pikiran, dan cara kita memandang dunia saling terkait dan membawa kita pada tujuan yang berbeda setelah kehidupan ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tiga kegagalan (vipatti) dan tiga pencapaian (sampadā) yang menentukan tujuan kelahiran kembali seseorang. Kegagalan dan pencapaian tersebut mencakup moralitas (sīla), pikiran (citta), dan pandangan (diṭṭhi). Sutta ini menegaskan bahwa akibat dari ketiga hal ini membawa makhluk menuju alam kehancuran atau alam bahagia setelah kematian.
Katamā ca, bhikkhave, cittasampadā?
Dan apakah, para bhikkhu, pencapaian dalam pikiran?
And what is accomplishment in mind?
Idha, bhikkhave, ekacco anabhijjhālu hoti abyāpannacitto.
Di sini, para bhikkhu, seseorang tidak serakah dan memiliki pikiran yang tidak penuh kebencian.
It’s when someone is content and kind-hearted.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, cittasampadā.
Ini disebut, para bhikkhu, pencapaian dalam pikiran.
This is called accomplishment in mind.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.