Katamā ca, bhikkhave, sīlasampadā?
Dan apakah, para bhikkhu, pencapaian dalam moralitas?
And what is accomplishment in ethics?
Sutta tentang Kegagalan dan Keberhasilan
Sutta ini menyajikan ajaran yang terstruktur dan jelas tentang hukum kamma dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita renungkan bagaimana moralitas, kondisi pikiran, dan cara kita memandang dunia saling terkait dan membawa kita pada tujuan yang berbeda setelah kehidupan ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tiga kegagalan (vipatti) dan tiga pencapaian (sampadā) yang menentukan tujuan kelahiran kembali seseorang. Kegagalan dan pencapaian tersebut mencakup moralitas (sīla), pikiran (citta), dan pandangan (diṭṭhi). Sutta ini menegaskan bahwa akibat dari ketiga hal ini membawa makhluk menuju alam kehancuran atau alam bahagia setelah kematian.
Katamā ca, bhikkhave, sīlasampadā?
Dan apakah, para bhikkhu, pencapaian dalam moralitas?
And what is accomplishment in ethics?
Idha, bhikkhave, ekacco pāṇātipātā paṭivirato hoti, adinnādānā paṭivirato hoti, kāmesumicchācārā paṭivirato hoti, musāvādā paṭivirato hoti, pisuṇāya vācāya paṭivirato hoti, pharusāya vācāya paṭivirato hoti, samphappalāpā paṭivirato hoti.
Di sini, para bhikkhu, seseorang menghindari pembunuhan makhluk hidup, menghindari mengambil yang tidak diberikan, menghindari perbuatan seksual yang salah, menghindari ucapan palsu, menghindari ucapan yang memecah belah, menghindari ucapan kasar, dan menghindari pembicaraan yang tidak berguna.
It’s when someone doesn’t kill living creatures, steal, commit sexual misconduct, or use speech that’s false, backbiting, harsh, or nonsensical.
Ayaṁ vuccati, bhikkhave, sīlasampadā.
Ini disebut, para bhikkhu, pencapaian dalam moralitas.
This is called accomplishment in ethics.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.