Tīṇimāni, bhikkhave, nidānāni kammānaṁ samudayāya.
Ada tiga sumber ini, para bhikkhu, yang menyebabkan munculnya perbuatan.
There are these three sources that give rise to deeds.
Sumber-Sumber (Ke Dua)
Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana keinginan dan nafsu sebenarnya lahir dalam batin, bukan dari objeknya, melainkan dari cara kita memikirkannya. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang akar mula perbuatan dan jalan untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan (kamma), yaitu keinginan dan nafsu terhadap hal-hal di masa lampau, masa depan, dan masa kini. Beliau juga menguraikan bagaimana keinginan itu muncul melalui perenungan batin, serta bagaimana seseorang dapat terbebas darinya dengan memahami akibat di masa depan dan melihat realitas dengan kebijaksanaan.
Tīṇimāni, bhikkhave, nidānāni kammānaṁ samudayāya.
Ada tiga sumber ini, para bhikkhu, yang menyebabkan munculnya perbuatan.
There are these three sources that give rise to deeds.
Katamāni tīṇi?
Apakah tiga itu?
What three?
Atīte, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando na jāyati;
Pada masa lampau, para bhikkhu, keinginan tidak muncul sehubungan dengan hal-hal yang menjadi landasan nafsu dan keinginan;
Desire doesn’t come up for things that stimulate desire and greed in the past, future, or present.
anāgate, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando na jāyati;
pada masa depan, para bhikkhu, keinginan tidak muncul sehubungan dengan hal-hal yang menjadi landasan nafsu dan keinginan;
paccuppanne, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando na jāyati.
pada masa kini, para bhikkhu, keinginan tidak muncul sehubungan dengan hal-hal yang menjadi landasan nafsu dan keinginan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.