‹
AN 3.112

Dutiyanidānasutta

Sumber-Sumber (Ke Dua)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.112

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana keinginan dan nafsu sebenarnya lahir dalam batin, bukan dari objeknya, melainkan dari cara kita memikirkannya. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang akar mula perbuatan dan jalan untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan tiga sumber yang menyebabkan munculnya perbuatan (kamma), yaitu keinginan dan nafsu terhadap hal-hal di masa lampau, masa depan, dan masa kini. Beliau juga menguraikan bagaimana keinginan itu muncul melalui perenungan batin, serta bagaimana seseorang dapat terbebas darinya dengan memahami akibat di masa depan dan melihat realitas dengan kebijaksanaan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.112:1.1

“Tīṇimāni, bhikkhave, nidānāni kammānaṁ samudayāya.

“Para bhikkhu, ada tiga sumber ini yang menyebabkan munculnya perbuatan-perbuatan.

“Mendicants, there are these three sources that give rise to deeds.

an3.112:1.2

Katamāni tīṇi?

Apakah tiga itu?

What three?

an3.112:1.3

Atīte, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati;

Para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa lampau yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul;

Desire comes up for things that stimulate desire and greed in the past, future, or present.

an3.112:1.4

anāgate, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati;

para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa depan yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul;

an3.112:1.5

paccuppanne, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati.

para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa kini yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul.

an3.112:1.6

Kathañca, bhikkhave, atīte chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati?

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa lampau yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul?

And how does desire come up for things that stimulate desire and greed in the past, future, or present?

an3.112:1.7

Atīte, bhikkhave, chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha cetasā anuvitakketi anuvicāreti.

Para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa lampau yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, seseorang merenungkan dan mempertimbangkannya dalam batin.

In your heart you think about and consider things that stimulate desire and greed in the past, future, or present.

an3.112:1.8

Tassa atīte chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha cetasā anuvitakkayato anuvicārayato chando jāyati.

Ketika ia merenungkan dan mempertimbangkan dalam batin sehubungan dengan hal-hal di masa lampau yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul.

When you do this, desire comes up,

an3.112:1.9

Chandajāto tehi dhammehi saṁyutto hoti.

Setelah keinginan muncul, ia menjadi terikat pada hal-hal tersebut.

and you get attached to those things.

an3.112:1.10

Etamahaṁ, bhikkhave, saṁyojanaṁ vadāmi yo cetaso sārāgo.

Para bhikkhu, inilah yang Kusebut belenggu, yaitu nafsu yang melekat dalam batin.

This lust in the heart is what I call a fetter.

an3.112:1.11

Evaṁ kho, bhikkhave, atīte chandarāgaṭṭhāniye dhamme ārabbha chando jāyati.

Demikianlah, para bhikkhu, sehubungan dengan hal-hal di masa lampau yang menjadi landasan bagi keinginan dan nafsu, keinginan muncul.

That’s how desire comes up for things that stimulate desire and greed in the past, future, or present.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.