‹
AN 3.110

Byāpannasutta

Byāpannasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.110

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keadaan batin memengaruhi seluruh tindakan dan akhir hidup. Mari kita simak perumpamaan sederhana yang digunakan Buddha untuk menjelaskan hubungan antara pikiran dan perbuatan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Buddha mengajarkan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika bahwa ketika pikiran rusak, segala perbuatan melalui badan, ucapan, dan pikiran menjadi rusak, sehingga kematiannya tidak baik. Sebaliknya, ketika pikiran tidak rusak, segala perbuatan menjadi tidak rusak dan kematiannya baik. Perumpamaan rumah beratap buruk dan baik digunakan untuk mengilustrasikan hal ini.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.110:1.1

Ekamantaṁ nisinnaṁ kho anāthapiṇḍikaṁ gahapatiṁ bhagavā etadavoca:

Sambil duduk di satu sisi, Bhagavā berkata kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika:

Seated to one side, the Buddha said to the householder Anāthapiṇḍika:

an3.110:1.2

“citte, gahapati, byāpanne kāyakammampi byāpannaṁ hoti, vacīkammampi byāpannaṁ hoti, manokammampi byāpannaṁ hoti.

“Perumah tangga, ketika pikiran rusak, maka perbuatan badan juga rusak, perbuatan ucapan juga rusak, dan perbuatan pikiran juga rusak.

“Householder, when the mind is fallen, bodily, verbal, and mental deeds are fallen.

an3.110:1.3

Tassa byāpannakāyakammantassa byāpannavacīkammantassa byāpannamanokammantassa na bhaddakaṁ maraṇaṁ hoti, na bhaddikā kālakiriyā.

Bagi seseorang yang perbuatan badan, ucapan, dan pikirannya rusak, maka kematiannya tidak baik, akhir hayatnya tidak baik.

Someone whose deeds of body, speech, and mind are fallen will not have a good death.

an3.110:1.4

Seyyathāpi, gahapati, kūṭāgāre ducchanne kūṭampi byāpannaṁ hoti, gopānasiyopi byāpannā honti, bhittipi byāpannā hoti;

Seperti halnya, perumah tangga, sebuah rumah beratap buruk, maka puncak atapnya rusak, kasau-kasaunya rusak, dan dindingnya rusak;

It’s like a bungalow with a bad roof. The roof peak, rafters, and walls fall in.

an3.110:1.5

evamevaṁ kho, gahapati, citte byāpanne kāyakammampi byāpannaṁ hoti, vacīkammampi byāpannaṁ hoti, manokammampi byāpannaṁ hoti.

demikian pula, perumah tangga, ketika pikiran rusak, maka perbuatan badan juga rusak, perbuatan ucapan juga rusak, dan perbuatan pikiran juga rusak.

In the same way, when the mind is fallen, bodily, verbal, and mental deeds are fallen.

an3.110:1.6

Tassa byāpannakāyakammantassa byāpannavacīkammantassa byāpannamanokammantassa na bhaddakaṁ maraṇaṁ hoti, na bhaddikā kālakiriyā.

Bagi seseorang yang perbuatan badan, ucapan, dan pikirannya rusak, maka kematiannya tidak baik, akhir hayatnya tidak baik.

Someone whose deeds of body, speech, and mind are fallen will not have a good death.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.