‹
AN 3.109

Arakkhitasutta

Khotbah tentang Yang Tidak Terlindungi

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.109

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah percakapan singkat antara Sang Buddha dan seorang umat awam yang setia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggunakan perumpamaan rumah untuk menjelaskan hubungan antara pikiran dan kualitas perbuatan kita.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika bahwa ketika pikiran tidak terlindungi, maka perbuatan tubuh, ucapan, dan pikiran menjadi tidak terlindungi, bocor, dan busuk, yang berujung pada kematian yang tidak baik. Sebaliknya, ketika pikiran terlindungi, semua perbuatan tersebut menjadi terlindungi, tidak bocor, dan tidak busuk, sehingga menghasilkan kematian yang baik. Perumpamaan rumah dengan atap yang baik dan buruk digunakan untuk mengilustrasikan hal ini.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.109:5.1

Seyyathāpi, gahapati, kūṭāgāre succhanne kūṭampi rakkhitaṁ hoti, gopānasiyopi rakkhitā honti, bhittipi rakkhitā hoti;

"Seperti halnya, perumah tangga, sebuah rumah beratap runcing dengan atap yang baik, puncak atapnya terlindungi, kasau-kasaunya terlindungi, dan dinding-dindingnya terlindungi."

It’s like a bungalow with a good roof. The roof peak, rafters, and walls are protected.

an3.109:5.2

kūṭampi anavassutaṁ hoti, gopānasiyopi anavassutā honti, bhittipi anavassutā hoti;

Atap tidak basah,

They don’t get soaked,

an3.109:5.3

kūṭampi apūtikaṁ hoti, gopānasiyopi apūtikā honti, bhittipi apūtikā hoti.

atap tidak lapuk, kasau-kasau tidak lapuk, dan dinding tidak lapuk.

and they don’t become rotten.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.