Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.109
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini adalah percakapan singkat antara Sang Buddha dan seorang umat awam yang setia. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menggunakan perumpamaan rumah untuk menjelaskan hubungan antara pikiran dan kualitas perbuatan kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika bahwa ketika pikiran tidak terlindungi, maka perbuatan tubuh, ucapan, dan pikiran menjadi tidak terlindungi, bocor, dan busuk, yang berujung pada kematian yang tidak baik. Sebaliknya, ketika pikiran terlindungi, semua perbuatan tersebut menjadi terlindungi, tidak bocor, dan tidak busuk, sehingga menghasilkan kematian yang baik. Perumpamaan rumah dengan atap yang baik dan buruk digunakan untuk mengilustrasikan hal ini.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.109:4.1 "Perumah tangga, ketika pikiran terlindungi, perbuatan jasmani juga terlindungi, perbuatan ucapan juga terlindungi, dan perbuatan mental juga terlindungi.
an3.109:4.2 Bagi seseorang yang perbuatan jasmani, ucapan, dan mentalnya terlindungi, perbuatan jasmaninya tidak bocor, perbuatan ucapannya tidak bocor, dan perbuatan mentalnya tidak bocor.
an3.109:4.3 Bagi seseorang yang perbuatan jasmani, ucapan, dan mentalnya tidak bocor, perbuatan jasmaninya tidak busuk, perbuatan ucapannya tidak busuk, dan perbuatan mentalnya tidak busuk.
an3.109:4.4 Bagi seseorang yang perbuatan jasmani, ucapan, dan mentalnya tidak busuk, akan ada kematian yang baik, akan ada akhir hidup yang baik."
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.109 · Khotbah tentang Yang Tidak Terlindungi | Tiga Keranjang