‹
AN 3.106

Samaṇabrāhmaṇasutta

Khotbah tentang Para Petapa dan Brahmana

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.106

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, Sang Buddha memberikan kriteria sederhana namun mendalam tentang apa yang membuat seseorang menjadi petapa atau brahmana sejati. Mari kita renungkan bagaimana pemahaman tentang dunia dapat membawa pada kebebasan sejati.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa para petapa dan brahmana sejati adalah mereka yang memahami dunia sebagaimana adanya—kepuasan, bahaya, dan jalan keluarnya. Mereka yang tidak memahami ketiga aspek ini tidak layak disebut petapa atau brahmana, karena gagal merealisasikan tujuan hidup pertapaan. Sebaliknya, mereka yang memahami dengan benar akan mencapai tujuan tersebut dalam kehidupan ini juga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.106:1.1

“Ye keci, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā lokassa assādañca assādato ādīnavañca ādīnavato nissaraṇañca nissaraṇato yathābhūtaṁ nappajānanti,

“Para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun yang tidak memahami sebagaimana adanya kepuasan dunia, bahaya dunia, dan jalan keluar dari dunia,

“Mendicants, there are ascetics and brahmins who don’t truly understand the world’s gratification, drawback, and escape for what they are.

an3.106:1.2

na me te, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā samaṇesu vā samaṇasammatā brāhmaṇesu vā brāhmaṇasammatā, na ca pana te āyasmanto sāmaññatthaṁ vā brahmaññatthaṁ vā diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharanti.

para petapa atau brahmana itu, para bhikkhu, tidak kuanggap sebagai petapa di antara para petapa atau brahmana di antara para brahmana, dan para mulia itu tidak mencapai tujuan pertapaan atau tujuan kebrahmanaan, dan tidak berdiam setelah merealisasikannya dengan pengetahuan langsung mereka sendiri dalam kehidupan ini.

I don’t deem them as true ascetics and brahmins. Those venerables don’t realize the goal of life as an ascetic or brahmin, and don’t live having realized it with their own insight in this very life.

an3.106:1.3

Ye ca kho keci, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā lokassa assādañca assādato ādīnavañca ādīnavato nissaraṇañca nissaraṇato yathābhūtaṁ pajānanti,

Tetapi, para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun yang memahami sebagaimana adanya kepuasan dunia, bahaya dunia, dan jalan keluar dari dunia,

There are ascetics and brahmins who do truly understand the world’s gratification, drawback, and escape for what they are.

an3.106:1.4

te kho, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā samaṇesu vā samaṇasammatā brāhmaṇesu vā brāhmaṇasammatā, te ca panāyasmanto sāmaññatthañca brahmaññatthañca diṭṭheva dhamme sayaṁ abhiññā sacchikatvā upasampajja viharantī”ti.

para petapa atau brahmana itu, para bhikkhu, kuanggap sebagai petapa di antara para petapa atau brahmana di antara para brahmana, dan para mulia itu mencapai tujuan pertapaan dan tujuan kebrahmanaan, dan berdiam setelah merealisasikannya dengan pengetahuan langsung mereka sendiri dalam kehidupan ini.”

I deem them as true ascetics and brahmins. Those venerables realize the goal of life as an ascetic or brahmin, and live having realized it with their own insight.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.