an3.104:1.1 “Para bhikkhu, Aku mencari kepuasan dunia dan Aku menemukannya.
an3.104:1.2 Sejauh apa pun kepuasan di dunia, itu telah Kulihat dengan jelas melalui kebijaksanaan.
an3.104:1.3 Para bhikkhu, Aku mencari bahaya dunia dan Aku menemukannya.
an3.104:1.4 Sejauh apa pun bahaya di dunia, itu telah Kulihat dengan jelas melalui kebijaksanaan.
an3.104:1.5 Para bhikkhu, Aku mencari jalan keluar dari dunia dan Aku menemukannya.
an3.104:1.6 Sejauh apa pun jalan keluar dari dunia, itu telah Kulihat dengan jelas melalui kebijaksanaan.
an3.104:1.7 Selama Aku belum memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan dunia sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan jalan keluar sebagai jalan keluar, selama itu pula Aku belum mengaku telah mencapai pencerahan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
an3.104:1.8 Tetapi ketika Aku telah memahami secara langsung sebagaimana adanya kepuasan dunia sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan jalan keluar sebagai jalan keluar, maka Aku mengaku telah mencapai pencerahan sempurna yang tiada tara di dunia ini dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, di antara makhluk-makhluk ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia.
an3.104:1.9 Pengetahuan dan penglihatan muncul dalam diri-Ku:
an3.104:1.10 ‘Kebebasan-Ku tidak tergoyahkan; ini adalah kelahiran terakhir-Ku; kini tidak ada lagi kelahiran kembali di masa depan.’”
an3.104:1.11 Kedua.
