So sace ākaṅkhati: ‘anekavihitaṁ iddhividhaṁ paccanubhaveyyaṁ …pe…
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku dapat menunjukkan berbagai jenis kekuatan batin’ …
If they wish: ‘May I wield the many kinds of psychic power’ …
Nimittasutta
Sutta ini memberikan panduan praktis tentang keseimbangan dalam meditasi. Mari kita simak bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan pandai emas untuk menjelaskan pentingnya mengatur energi dan ketenangan dalam latihan batin.
Dalam sutta ini, Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang tiga landasan yang harus diperhatikan secara seimbang oleh seorang yang berlatih pikiran lebih tinggi: landasan ketenangan, landasan usaha, dan landasan keseimbangan. Jika hanya satu landasan yang digunakan, pikiran akan cenderung malas, gelisah, atau tidak terkonsentrasi dengan benar. Dengan memperhatikan ketiganya secara bergantian, pikiran menjadi lunak, mudah diolah, bersinar, dan mampu mencapai berbagai realisasi, termasuk kekuatan batin dan akhir kekotoran batin.
So sace ākaṅkhati: ‘anekavihitaṁ iddhividhaṁ paccanubhaveyyaṁ …pe…
Jika ia menginginkan: ‘Semoga aku dapat menunjukkan berbagai jenis kekuatan batin’ …
If they wish: ‘May I wield the many kinds of psychic power’ …
(cha abhiññā vitthāretabbā.)
‘Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui manusia, semoga aku dapat mendengar kedua jenis suara, manusia dan dewa, baik yang jauh maupun yang dekat.’ …
‘With clairaudience that is purified and superhuman, may I hear both kinds of sounds, human and heavenly, whether near or far.’ …
‘Semoga aku dapat mengingat berbagai kehidupan lampau.’ …
‘May I recollect many kinds of past lives.’ …
‘Dengan mata dewa yang murni dan melampaui manusia, semoga aku dapat melihat makhluk-makhluk meninggal dunia dan terlahir kembali.’ …
‘With clairvoyance that is purified and superhuman, may I see sentient beings passing away and being reborn.’ …
Āsavānaṁ khayā …pe… sacchikatvā upasampajja vihareyyan’ti,
‘Semoga aku merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan hidup setelah menyaksikannya dengan pengetahuan langsungku sendiri dalam kehidupan ini juga, karena berakhirnya kekotoran batin.’
‘May I realize the undefiled freedom of heart and freedom by wisdom, and live having realized it with my own insight in this very life due to the ending of defilements.’
tatra tatreva sakkhibhabbataṁ pāpuṇāti sati satiāyatane”ti.
Maka di sana ia mencapai kemampuan untuk menyaksikan hal-hal tersebut, karena setiap hal tersebut berada dalam jangkauannya.”
They are capable of realizing these things, since each and every one is within range.”
Ekādasamaṁ.
Yang kesebelas.
Loṇakapallavaggo pañcamo.
Bab kelima tentang Garam dan Kendi.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.