Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.101
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan proses pemurnian batin sebagai sebuah perjalanan bertahap, seperti seorang penampai emas yang tekun membersihkan emasnya. Mari kita simak bagaimana perumpamaan yang indah ini menjelaskan latihan pikiran yang lebih tinggi dan buah-buah yang dapat dicapai.
Buddha menggunakan perumpamaan penampian emas untuk menggambarkan proses pemurnian pikiran seorang bhikkhu yang berlatih pikiran lebih tinggi (adhicitta). Seperti emas yang bertahap dibersihkan dari kotoran kasar hingga halus, seorang bhikkhu juga melepaskan kekotoran perilaku, pikiran, hingga hanya tersisa pikiran tentang Dhamma. Ketika pikiran menjadi tenang dan terkonsentrasi sempurna, ia mampu merealisasikan berbagai pengetahuan langsung (abhiññā), dari kekuatan batin hingga kebebasan akhir dari noda-noda.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
So sace ākaṅkhati: ‘dibbāya sotadhātuyā visuddhāya atikkantamānusikāya ubho sadde suṇeyyaṁ dibbe ca mānuse ca ye dūre santike cā’ti,
Jika ia menginginkan: ‘Dengan telinga dewa yang murni dan melampaui pendengaran manusia, semoga aku mendengar kedua jenis suara, baik yang surgawi maupun manusiawi, baik yang jauh maupun yang dekat,’
If they wish: ‘With clairaudience that is purified and superhuman, may I hear both kinds of sounds, human and heavenly, whether near or far.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 3.101 · Sutta tentang Penampi Emas | Tiga Keranjang