64
64
AN2.64-76
Bab ini mengajak kita merenungkan berbagai dimensi kebahagiaan. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha memilah-milah kebahagiaan dan menunjukkan mana yang paling bernilai.
Kumpulan tiga belas khotbah pendek dari Sang Buddha yang masing-masing membandingkan dua jenis kebahagiaan, mulai dari kebahagiaan duniawi versus kebahagiaan pertapaan hingga kebahagiaan yang bertumpu pada bentuk versus tanpa bentuk. Setiap khotbah diakhiri dengan pernyataan bahwa salah satu dari kedua kebahagiaan tersebut lebih unggul, umumnya yang bersifat lebih halus, batiniah, atau terbebas dari kemelekatan.
64
64
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Gihisukhañca pabbajitasukhañca.
Kebahagiaan umat awam dan kebahagiaan seorang yang telah meninggalkan keduniawian.
The happiness of laypeople, and the happiness of renunciates.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ pabbajitasukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, kebahagiaan seorang yang telah meninggalkan keduniawian adalah yang terunggul.”
The better of these two kinds of happiness is the happiness of renunciates.”
65
65
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Kāmasukhañca nekkhammasukhañca.
Kebahagiaan indria dan kebahagiaan pelepasan keduniawian.
Sensual happiness and the happiness of renunciation.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ nekkhammasukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, kebahagiaan pelepasan keduniawian adalah yang terunggul.”
The better of these two kinds of happiness is the happiness of renunciation.”
66
66
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Upadhisukhañca nirupadhisukhañca.
Kebahagiaan karena kemelekatan dan kebahagiaan tanpa kemelekatan.
The happiness of attachments, and the happiness of no attachments.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ nirupadhisukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, kebahagiaan tanpa kemelekatan adalah yang terunggul.”
The better of these two kinds of happiness is the happiness of no attachments.”
67
67
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sāsavasukhañca anāsavasukhañca.
Kebahagiaan yang bernoda dan kebahagiaan yang tanpa noda.
Defiled happiness and undefiled happiness.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ anāsavasukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan tanpa noda.”
The better of these two kinds of happiness is the happiness of no defilements.”
68
68
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sāmisañca sukhaṁ nirāmisañca sukhaṁ.
Kebahagiaan duniawi dan kebahagiaan yang bukan duniawi.
Happiness of the flesh and happiness not of the flesh.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ nirāmisaṁ sukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan yang bukan duniawi.”
The better of these two kinds of happiness is happiness not of the flesh.”
69
69
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Ariyasukhañca anariyasukhañca.
Kebahagiaan mulia dan kebahagiaan yang tidak mulia.
Noble happiness and ignoble happiness.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua macam kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ ariyasukhan”ti.
Di antara kedua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan mulia.”
The better of these two kinds of happiness is noble happiness.”
70
70
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua macam kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Kāyikañca sukhaṁ cetasikañca sukhaṁ.
Kebahagiaan jasmani dan kebahagiaan batin.
Physical happiness and mental happiness.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ cetasikaṁ sukhan”ti.
Di antara dua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan batin.”
The better of these two kinds of happiness is mental happiness.”
71
71
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sappītikañca sukhaṁ nippītikañca sukhaṁ.
Kebahagiaan dengan kegembiraan dan kebahagiaan tanpa kegembiraan.
Happiness with rapture and happiness free of rapture.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ nippītikaṁ sukhan”ti.
Di antara dua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan tanpa kegembiraan.”
The better of these two kinds of happiness is happiness free of rapture.”
72
72
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sātasukhañca upekkhāsukhañca.
Kebahagiaan dengan kenikmatan dan kebahagiaan dengan keseimbangan batin.
Happiness with pleasure and happiness with equanimity.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua kebahagiaan itu.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ upekkhāsukhan”ti.
Di antara dua kebahagiaan ini, para bhikkhu, yang terunggul adalah kebahagiaan dengan keseimbangan batin.”
The better of these two kinds of happiness is happiness with equanimity.”
73
73
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Samādhisukhañca asamādhisukhañca.
Kebahagiaan konsentrasi dan kebahagiaan tanpa konsentrasi.
The happiness of immersion and the happiness without immersion.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua jenis kebahagiaan.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ samādhisukhan”ti.
Para bhikkhu, di antara dua jenis kebahagiaan ini, yang terunggul adalah kebahagiaan yang bersumber dari konsentrasi.”
The better of these two kinds of happiness is the happiness of immersion.”
74
74
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua jenis kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sappītikārammaṇañca sukhaṁ nippītikārammaṇañca sukhaṁ.
Kebahagiaan yang bertumpu pada kegembiraan dan kebahagiaan yang bertumpu pada ketiadaan kegembiraan.
Happiness that relies on rapture and happiness that relies on freedom from rapture.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua jenis kebahagiaan.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ nippītikārammaṇaṁ sukhan”ti.
Para bhikkhu, di antara dua jenis kebahagiaan ini, yang terunggul adalah kebahagiaan yang bertumpu pada ketiadaan kegembiraan.”
The better of these two kinds of happiness is happiness that relies on freedom from rapture.”
75
75
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua jenis kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sātārammaṇañca sukhaṁ upekkhārammaṇañca sukhaṁ.
Kebahagiaan yang bertumpu pada kenikmatan dan kebahagiaan yang bertumpu pada keseimbangan batin.
Happiness that relies on pleasure and happiness that relies on equanimity.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua jenis kebahagiaan.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ upekkhārammaṇaṁ sukhan”ti.
Para bhikkhu, di antara dua jenis kebahagiaan ini, yang terunggul adalah kebahagiaan yang bertumpu pada keseimbangan batin.”
The better of these two kinds of happiness is happiness that relies on equanimity.”
76
76
“Dvemāni, bhikkhave, sukhāni.
“Para bhikkhu, ada dua jenis kebahagiaan ini.
“There are, mendicants, these two kinds of happiness.
Katamāni dve?
Apakah dua itu?
What two?
Rūpārammaṇañca sukhaṁ arūpārammaṇañca sukhaṁ.
Kebahagiaan yang bertumpu pada bentuk dan kebahagiaan yang bertumpu pada tanpa bentuk.
Happiness that relies on form and happiness that relies on the formless.
Imāni kho, bhikkhave, dve sukhāni.
Para bhikkhu, inilah dua jenis kebahagiaan.
These are the two kinds of happiness.
Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ dvinnaṁ sukhānaṁ yadidaṁ arūpārammaṇaṁ sukhan”ti.
Para bhikkhu, di antara dua jenis kebahagiaan ini, yang terunggul adalah kebahagiaan yang bertumpu pada tanpa bentuk.”
The better of these two kinds of happiness is happiness that relies on the formless.”
Sukhavaggo dutiyo.
Bab kedua tentang kebahagiaan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.