118
118
118
AN2.118-129
Kumpulan sutta ini terdiri dari syair-syair pendek yang lugas. Anda dapat membacanya sebagai rangkaian renungan singkat tentang berbagai aspek kehidupan dan latihan, dari yang bersifat duniawi hingga yang mendalam.
Kumpulan dua belas sutta pendek yang masing-masing menyajikan sepasang kualitas, kondisi, atau jenis pelanggaran. Pembahasannya beragam, mulai dari harapan yang sulit dilepaskan, individu yang langka, kondisi munculnya nafsu, kebencian, dan pandangan, hingga klasifikasi pelanggaran dalam disiplin monastik.
118
118
118
“Dvemā, bhikkhave, āsā duppajahā.
“Para bhikkhu, ada dua harapan yang sulit dilepaskan.
“These two hopes are hard to give up.
Katamā dve?
Apakah dua itu?
What two?
Lābhāsā ca jīvitāsā ca.
Harapan akan perolehan dan harapan akan kehidupan.
The hope for wealth and the hope for long life.
Imā kho, bhikkhave, dve āsā duppajahā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua harapan yang sulit dilepaskan.”
These are two hopes that are hard to give up.”
119
119
119
“Dveme, bhikkhave, puggalā dullabhā lokasmiṁ.
“Para bhikkhu, ada dua individu yang langka di dunia ini.
“These two individuals are rare in the world.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Yo ca pubbakārī, yo ca kataññū katavedī.
Seseorang yang berinisiatif lebih dahulu, dan seseorang yang tahu berterima kasih dan membalas budi.
One who takes the initiative, and one who is grateful and thankful.
Ime kho, bhikkhave, dve puggalā dullabhā lokasmin”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua individu yang langka di dunia ini.”
These are the two individuals who are rare in the world.”
120
120
120
“Dveme, bhikkhave, puggalā dullabhā lokasmiṁ.
“Para bhikkhu, ada dua individu yang langka di dunia ini.
“These two individuals are rare in the world.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Titto ca tappetā ca.
Seseorang yang merasa puas, dan seseorang yang memuaskan orang lain.
One who is satisfied, and one who satisfies others.
Ime kho, bhikkhave, dve puggalā dullabhā lokasmin”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua individu yang langka di dunia ini.”
These are the two individuals who are rare in the world.”
121
121
121
“Dveme, bhikkhave, puggalā duttappayā.
“Para bhikkhu, ada dua individu yang sulit dipuaskan.
“These two individuals are hard to satisfy in the world.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Yo ca laddhaṁ laddhaṁ nikkhipati, yo ca laddhaṁ laddhaṁ vissajjeti.
Seseorang yang terus-menerus menimbun harta, dan seseorang yang terus-menerus menghambur-hamburkan harta.
One who continually hoards wealth, and one who continually wastes wealth.
Ime kho, bhikkhave, dve puggalā duttappayā”ti.
Para bhikkhu, inilah dua jenis orang yang sulit dipuaskan di dunia ini.”
These are the two individuals who are hard to satisfy in the world.”
122
122
122
“Dveme, bhikkhave, puggalā sutappayā.
“Para bhikkhu, ada dua jenis orang yang mudah dipuaskan di dunia ini.
“These two individuals are easy to satisfy in the world.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Yo ca laddhaṁ laddhaṁ na nikkhipati, yo ca laddhaṁ laddhaṁ na vissajjeti.
Seseorang yang tidak terus-menerus menimbun harta, dan seseorang yang tidak terus-menerus menghambur-hamburkan harta.
One who does not continually hoard wealth, and one who does not continually waste wealth.
Ime kho, bhikkhave, dve puggalā sutappayā”ti.
Para bhikkhu, inilah dua jenis orang yang mudah dipuaskan di dunia ini.”
These are the two individuals who are easy to satisfy in the world.”
123
123
123
“Dveme, bhikkhave, paccayā rāgassa uppādāya.
“Para bhikkhu, ada dua kondisi bagi munculnya nafsu keinginan.
“There are two conditions for the arising of greed.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Subhanimittañca ayoniso ca manasikāro.
Penanda keindahan dan pengamatan yang tidak bijaksana.
The feature of beauty and irrational application of mind.
Ime kho, bhikkhave, dve paccayā rāgassa uppādāyā”ti.
Para bhikkhu, inilah dua kondisi bagi munculnya nafsu keinginan.”
These are the two conditions for the arising of greed.”
124
124
124
“Dveme, bhikkhave, paccayā dosassa uppādāya.
“Para bhikkhu, ada dua kondisi bagi munculnya kebencian.
“There are two conditions for the arising of hate.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Paṭighanimittañca ayoniso ca manasikāro.
Penanda kekasaran dan pengamatan yang tidak bijaksana.
The feature of harshness and irrational application of mind.
Ime kho, bhikkhave, dve paccayā dosassa uppādāyā”ti.
Para bhikkhu, inilah dua kondisi bagi munculnya kebencian.”
These are the two conditions for the arising of hate.”
125
125
125
“Dveme, bhikkhave, paccayā micchādiṭṭhiyā uppādāya.
“Para bhikkhu, ada dua kondisi bagi munculnya pandangan salah.
“There are two conditions for the arising of wrong view.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Parato ca ghoso ayoniso ca manasikāro.
Suara dari orang lain dan pengamatan pikiran yang tidak bijaksana.
The voice of another and irrational application of mind.
Ime kho, bhikkhave, dve paccayā micchādiṭṭhiyā uppādāyā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua kondisi bagi munculnya pandangan salah.”
These are the two conditions for the arising of wrong view.”
126
126
126
“Dveme, bhikkhave, paccayā sammādiṭṭhiyā uppādāya.
“Para bhikkhu, ada dua kondisi bagi munculnya pandangan benar.
“There are two conditions for the arising of right view.
Katame dve?
Apakah dua itu?
What two?
Parato ca ghoso, yoniso ca manasikāro.
Suara dari orang lain dan pengamatan pikiran yang bijaksana.
The voice of another and rational application of mind.
Ime kho, bhikkhave, dve paccayā sammādiṭṭhiyā uppādāyā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua kondisi bagi munculnya pandangan benar.”
These are the two conditions for the arising of right view.”
127
127
127
“Dvemā, bhikkhave, āpattiyo.
“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran.
“There are these two offenses.
Katamā dve?
Apakah dua itu?
What two?
Lahukā ca āpatti, garukā ca āpatti.
Pelanggaran ringan dan pelanggaran berat.
A light offense and a heavy offense.
Imā kho, bhikkhave, dve āpattiyo”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua jenis pelanggaran.”
These are the two offenses.”
128
128
128
“Dvemā, bhikkhave, āpattiyo.
“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran.
“There are these two offenses.
Katamā dve?
Apakah dua itu?
What two?
Duṭṭhullā ca āpatti, aduṭṭhullā ca āpatti.
Pelanggaran dengan niat buruk dan pelanggaran tanpa niat buruk.
An offense with corrupt intention and an offense without corrupt intention.
Imā kho, bhikkhave, dve āpattiyo”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua jenis pelanggaran.”
These are the two offenses.”
129
129
129
“Dvemā, bhikkhave, āpattiyo.
“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran.
“There are these two offenses.
Katamā dve?
Apakah dua itu?
What two?
Sāvasesā ca āpatti, anavasesā ca āpatti.
Pelanggaran yang dapat diatasi dan pelanggaran yang tidak dapat diatasi.
A curable offense and an incurable offense.
Imā kho, bhikkhave, dve āpattiyo”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah dua pelanggaran itu.”
These are the two offenses.”
Āsāduppajahavaggo paṭhamo.
Bab pertama tentang keinginan yang sulit dilepaskan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.