an2.1:4.1 Dan apakah, para bhikkhu, celaan yang berkaitan dengan kehidupan mendatang?
an2.1:4.2 Di sini, para bhikkhu, seseorang merenungkan demikian:
an2.1:4.3 ‘Perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran tentu membawa akibat yang buruk dan menyakitkan di kehidupan mendatang.
an2.1:4.4 Jika aku melakukan perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran,
an2.1:4.5 maka setelah kematian, saat jasmani hancur, bukankah aku akan terlahir di alam sengsara, alam yang buruk, alam kehancuran, neraka?’
an2.1:4.6 Karena takut pada celaan yang berkaitan dengan kehidupan mendatang, ia meninggalkan perbuatan buruk melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, serta mengembangkan perbuatan baik melalui tubuh, ucapan, dan pikiran, menjaga dirinya tetap murni.
an2.1:4.7 Ini, para bhikkhu, disebut celaan yang berkaitan dengan kehidupan mendatang.
an2.1:4.8 Inilah, para bhikkhu, dua macam celaan itu.
an2.1:4.9 Oleh karena itu, para bhikkhu, hendaknya kalian berlatih demikian:
an2.1:4.10 ‘Kami akan takut pada celaan yang tampak dalam kehidupan ini, dan kami akan takut pada celaan yang berkaitan dengan kehidupan mendatang. Kami akan menjadi orang yang takut pada celaan dan melihat bahaya dalam celaan.’
an2.1:4.11 Demikianlah, para bhikkhu, hendaknya kalian berlatih.
an2.1:4.12 Bagi mereka yang takut pada celaan dan melihat bahaya dalam celaan, para bhikkhu, dapat diharapkan bahwa mereka akan terbebas dari segala celaan.”
an2.1:4.13 Sutta pertama.

