an11.8:3.1 “Bisa saja, Ānanda, seorang bhikkhu mencapai suatu keadaan konsentrasi di mana ia tidak memperhatikan mata, tidak memperhatikan bentuk, tidak memperhatikan telinga, tidak memperhatikan suara, tidak memperhatikan hidung, tidak memperhatikan bau, tidak memperhatikan lidah, tidak memperhatikan rasa, tidak memperhatikan tubuh, tidak memperhatikan sentuhan, tidak memperhatikan tanah, tidak memperhatikan air, tidak memperhatikan api, tidak memperhatikan angin, tidak memperhatikan landasan ruang tanpa batas, tidak memperhatikan landasan kesadaran tanpa batas, tidak memperhatikan landasan kekosongan, tidak memperhatikan landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, tidak memperhatikan dunia ini, tidak memperhatikan dunia lain, dan apa pun yang dilihat, didengar, dirasakan, diketahui, dicapai, dicari, dan dijelajahi oleh pikiran—itu pun tidak ia perhatikan;
an11.8:3.2 tetapi ia tetap memperhatikan.”

