‹
AN 11.2

Cetanākaraṇīyasutta

Khotbah tentang Membuat Keinginan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 11.2

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kualitas-kualitas batin yang baik tidak muncul secara kebetulan, melainkan melalui hukum sebab-akibat yang alami. Mari kita telusuri bersama bagaimana moralitas menjadi fondasi yang kokoh bagi perkembangan batin yang mendalam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa seorang yang bermoral tidak perlu berharap atau membuat keinginan untuk mencapai kualitas-kualitas batin yang lebih tinggi. Semua kualitas tersebut muncul secara alami sebagai akibat dari moralitas, mengikuti hukum alam (dhammatā). Beliau merinci rantai sebab-akibat yang berkesinambungan: dari moralitas muncul ketiadaan penyesalan, kemudian kegembiraan, sukacita, ketenangan, kebahagiaan, konsentrasi, pengetahuan dan penglihatan sebagaimana adanya, kejemuan, kebebasan dari nafsu, hingga akhirnya pengetahuan dan penglihatan kebebasan. Semua kualitas ini saling mengalir dan memenuhi satu sama lain, membawa praktisi dari pantai sini menuju pantai seberang.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an11.2:11.1

Iti kho, bhikkhave, virāgo vimuttiñāṇadassanattho vimuttiñāṇadassanānisaṁso, nibbidā virāgatthā virāgānisaṁsā, yathābhūtañāṇadassanaṁ nibbidatthaṁ nibbidānisaṁsaṁ, samādhi yathābhūtañāṇadassanattho yathābhūtañāṇadassanānisaṁso, sukhaṁ samādhatthaṁ samādhānisaṁsaṁ, passaddhi sukhatthā sukhānisaṁsā, pīti passaddhatthā passaddhānisaṁsā, pāmojjaṁ pītatthaṁ pītānisaṁsaṁ, avippaṭisāro pāmojjattho pāmojjānisaṁso, kusalāni sīlāni avippaṭisāratthāni avippaṭisārānisaṁsāni.

Demikianlah, para bhikkhu, kebebasan dari nafsu adalah tujuan dan manfaat dari pengetahuan dan penglihatan kebebasan; kejemuan adalah tujuan dan manfaat dari kebebasan dari nafsu; pengetahuan dan penglihatan sebagaimana adanya adalah tujuan dan manfaat dari kejemuan; konsentrasi adalah tujuan dan manfaat dari pengetahuan dan penglihatan sebagaimana adanya; kebahagiaan adalah tujuan dan manfaat dari konsentrasi; ketenangan adalah tujuan dan manfaat dari kebahagiaan; kegembiraan adalah tujuan dan manfaat dari ketenangan; sukacita adalah tujuan dan manfaat dari kegembiraan; ketiadaan penyesalan adalah tujuan dan manfaat dari sukacita; dan moralitas yang baik adalah tujuan dan manfaat dari ketiadaan penyesalan.

And so, mendicants, the knowledge and vision of freedom is the goal and benefit of dispassion. Dispassion is the goal and benefit of disillusionment. Disillusionment is the goal and benefit of truly knowing and seeing. Truly knowing and seeing is the goal and benefit of immersion. Immersion is the goal and benefit of bliss. Bliss is the goal and benefit of tranquility. Tranquility is the goal and benefit of rapture. Rapture is the goal and benefit of joy. Joy is the goal and benefit of not having regrets. Not having regrets is the goal and benefit of skillful ethics.

an11.2:11.2

Iti kho, bhikkhave, dhammā dhamme abhisandenti, dhammā dhamme paripūrenti apārā pāraṁ gamanāyā”ti.

Demikianlah, para bhikkhu, kualitas-kualitas yang baik mengalir dan memenuhi satu sama lain, untuk menyeberang dari pantai sini ke pantai seberang.”

And so, mendicants, good qualities flow on and fill up from one to the other, for going from the near shore to the far shore.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.