Kathañca, bhikkhave, bhikkhu sāvasesadohī hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak memerah habis?
And how does a mendicant not milk dry?
Sutta Penggembala Sapi
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterampilan duniawi sehari-hari bisa menjadi cermin bagi latihan batin. Mari kita telusuri satu per satu perumpamaan penggembala sapi ini dan lihat bagaimana ia diterjemahkan ke dalam kualitas seorang bhikkhu.
Sutta ini menggunakan perumpamaan seorang penggembala sapi yang cakap untuk menggambarkan sebelas kualitas seorang bhikkhu yang mampu bertumbuh dalam Dhamma dan Vinaya. Buddha menguraikan sebelas faktor penggembala yang baik, lalu memetakannya satu per satu ke dalam kualitas-kualitas batin dan praktik seorang bhikkhu, mulai dari memahami bentuk, melatih indria, hingga menghormati para bhikkhu senior.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu sāvasesadohī hoti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak memerah habis?
And how does a mendicant not milk dry?
Idha, bhikkhave, bhikkhu saddhā gahapatikā abhihaṭṭhuṁ pavārenti cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārehi.
Di sini, para bhikkhu, seorang perumah tangga yang berkeyakinan mengundang dan mempersilakan [seorang bhikkhu] untuk menerima jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
It’s when a mendicant is invited by a householder to accept robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Tatra bhikkhu mattaṁ jānāti paṭiggahaṇāya.
Dan bhikkhu itu mengetahui kesederhanaan dalam menerima.
And that mendicant knows moderation in accepting.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu sāvasesadohī hoti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu disebut tidak memerah susu sampai kering.
That’s how a mendicant doesn’t milk dry.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.