Kathañca, bhikkhave, bhikkhu vīthiṁ jānāti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui jalan setapak?
And how does a mendicant know the trail?
Sutta Penggembala Sapi
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana keterampilan duniawi sehari-hari bisa menjadi cermin bagi latihan batin. Mari kita telusuri satu per satu perumpamaan penggembala sapi ini dan lihat bagaimana ia diterjemahkan ke dalam kualitas seorang bhikkhu.
Sutta ini menggunakan perumpamaan seorang penggembala sapi yang cakap untuk menggambarkan sebelas kualitas seorang bhikkhu yang mampu bertumbuh dalam Dhamma dan Vinaya. Buddha menguraikan sebelas faktor penggembala yang baik, lalu memetakannya satu per satu ke dalam kualitas-kualitas batin dan praktik seorang bhikkhu, mulai dari memahami bentuk, melatih indria, hingga menghormati para bhikkhu senior.
Kathañca, bhikkhave, bhikkhu vīthiṁ jānāti?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui jalan setapak?
And how does a mendicant know the trail?
Idha, bhikkhave, bhikkhu ariyaṁ aṭṭhaṅgikaṁ maggaṁ yathābhūtaṁ pajānāti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu memahami Jalan Mulia Berunsur Delapan sebagaimana adanya.
It’s when a mendicant truly understands the noble eightfold path.
Evaṁ kho, bhikkhave, bhikkhu vīthiṁ jānāti.
Demikianlah, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui jalan setapak.
That’s how a mendicant knows the trail.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.