an11.17:2.1Evamevaṁ kho, bhikkhave, ekādasahi dhammehi samannāgato bhikkhu abhabbo imasmiṁ dhammavinaye vuddhiṁ virūḷhiṁ vepullaṁ āpajjituṁ.
Demikian pula, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang memiliki sebelas kualitas tidak mampu mencapai pertumbuhan, kemajuan, dan kematangan dalam Dhamma dan Vinaya ini.
In the same way, a mendicant with eleven qualities can’t achieve growth, improvement, or maturity in this teaching and training.
an11.17:2.3Idha, bhikkhave, bhikkhu na rūpaññū hoti, na lakkhaṇakusalo hoti, na āsāṭikaṁ hāretā hoti, na vaṇaṁ paṭicchādetā hoti, na dhūmaṁ kattā hoti, na titthaṁ jānāti, na pītaṁ jānāti, na vīthiṁ jānāti, na gocarakusalo hoti, anavasesadohī ca hoti, ye te bhikkhū therā rattaññū cirapabbajitā saṅghapitaro saṅghapariṇāyakā te na atirekapūjāya pūjetā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak mengetahui bentuk, tidak terampil dalam ciri-ciri, tidak membuang telur lalat, tidak menutup luka, tidak membuat asap, tidak mengetahui tempat penyeberangan, tidak mengetahui kepuasan, tidak mengetahui jalan, tidak terampil dalam padang rumput, memerah susu sampai habis, dan tidak memberikan penghormatan istimewa kepada para bhikkhu senior yang telah lama menjadi bhikkhu, yang telah lama meninggalkan keduniawian, yang menjadi induk dan pemimpin Saṅgha.
It’s when a mendicant doesn’t know form, is unskilled in characteristics, doesn’t pick out flies’ eggs, doesn’t dress wounds, doesn’t spread smoke, doesn’t know the ford, doesn’t know satisfaction, doesn’t know the trail, is not skilled in pastures, milks dry, and doesn’t show extra respect to senior mendicants of long standing, long gone forth, fathers and leaders of the Saṅgha.