an11.17:16.1Evamevaṁ kho, bhikkhave, ekādasahi dhammehi samannāgato bhikkhu bhabbo imasmiṁ dhammavinaye vuddhiṁ virūḷhiṁ vepullaṁ āpajjituṁ.
Demikian pula, para bhikkhu, dengan memiliki sebelas kualitas, seorang bhikkhu mampu mencapai pertumbuhan, kemajuan, dan kematangan dalam Dhamma dan Vinaya ini.
In the same way, a mendicant with eleven qualities can achieve growth, improvement, and maturity in this teaching and training.
an11.17:16.3Idha, bhikkhave, bhikkhu rūpaññū hoti, lakkhaṇakusalo hoti, āsāṭikaṁ hāretā hoti, vaṇaṁ paṭicchādetā hoti, dhūmaṁ kattā hoti, titthaṁ jānāti, pītaṁ jānāti, vīthiṁ jānāti, gocarakusalo hoti, sāvasesadohī ca hoti, ye te bhikkhū therā rattaññū cirapabbajitā saṅghapitaro saṅghapariṇāyakā te atirekapūjāya pūjetā hoti.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu mengetahui bentuk, mahir dalam karakteristik, membuang telur lalat, membalut luka, mengeluarkan asap, mengetahui tempat penyeberangan, mengetahui kepuasan, mengetahui jalan setapak, mahir dalam padang rumput, tidak memerah susu sampai kering, dan memberikan penghormatan ekstra kepada para bhikkhu senior yang telah lama menjadi bhikkhu, yang telah lama meninggalkan keduniawian, para ayah dan pemimpin Saṅgha.
It’s when a mendicant knows form, is skilled in characteristics, picks out flies’ eggs, dresses wounds, spreads smoke, knows the ford, knows satisfaction, knows the trail, is skilled in pastures, doesn’t milk dry, and shows extra respect to senior mendicants of long standing, long gone forth, fathers and leaders of the Saṅgha.