“Sādhu sādhu, subhūti.
“Bagus, bagus, Subhūti.
“Good, good, Subhūti!
Khotbah dengan Subhūti
Sutta ini mengajak kita merenungkan apa arti keyakinan yang sejati dalam praktik Buddhis. Keyakinan bukanlah sekadar pernyataan, melainkan sesuatu yang terbukti melalui kualitas dan perilaku nyata seseorang.
Buddha bertanya kepada Subhūti tentang seorang bhikkhu bernama Saddha yang baru saja meninggalkan kehidupan rumah tangga karena keyakinan. Buddha kemudian membabarkan sebelas bukti keyakinan (saddhāpadāna) yang harus dimiliki seorang bhikkhu yang berkeyakinan, mulai dari moralitas hingga pencapaian kebebasan total. Subhūti menegaskan bahwa Saddha memiliki semua kualitas tersebut, dan Buddha memuji serta meminta Subhūti untuk selalu bersama Saddha.
“Sādhu sādhu, subhūti.
“Bagus, bagus, Subhūti.
“Good, good, Subhūti!
Tena hi tvaṁ, subhūti, iminā ca saddhena bhikkhunā saddhiṁ vihareyyāsi.
Oleh karena itu, Subhūti, engkau seharusnya berdiam bersama dengan bhikkhu Saddha ini.
So, Subhūti, you should live together with this mendicant Saddha.
Yadā ca tvaṁ, subhūti, ākaṅkheyyāsi tathāgataṁ dassanāya, iminā saddhena bhikkhunā saddhiṁ upasaṅkameyyāsi tathāgataṁ dassanāyā”ti.
Dan ketika engkau, Subhūti, ingin menemui Tathāgata, engkau seharusnya datang bersama dengan bhikkhu Saddha ini untuk menemui Tathāgata.”
And when you want to see the Realized One, you should come together with him.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.