an11.118-165:1.2 Cakkhuviññāṇe…
an11.118-165:1.3 sotaviññāṇe…
an11.118-165:1.4 ghānaviññāṇe…
an11.118-165:1.5 jivhāviññāṇe…
an11.118-165:1.6 kāyaviññāṇe…
an11.118-165:1.7 manoviññāṇe…
Lima Puluh Pertama
Sutta ini mungkin terasa berulang, tetapi justru di situlah kekuatannya: ajakan untuk melihat setiap pengalaman indra sebagai undangan berlatih, bukan sebagai sesuatu yang melekat pada diri.
Serangkaian khotbah pendek yang berpola sama, membahas enam jenis kesadaran—mata, telinga, hidung, lidah, badan, dan pikiran—sebagai objek kontemplasi untuk melepaskan kemelekatan. Setiap kesadaran harus dipahami, dibuang, dikembangkan, dan direalisasikan, sebagai jalan menuju kebijaksanaan dan kebebasan.
an11.118-165:1.2 Cakkhuviññāṇe…
an11.118-165:1.3 sotaviññāṇe…
an11.118-165:1.4 ghānaviññāṇe…
an11.118-165:1.5 jivhāviññāṇe…
an11.118-165:1.6 kāyaviññāṇe…
an11.118-165:1.7 manoviññāṇe…
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.