an10.99:17.1 Samphappalāpaṁ pahāya samphappalāpā paṭivirato hoti kālavādī bhūtavādī atthavādī dhammavādī vinayavādī, nidhānavatiṁ vācaṁ bhāsitā hoti kālena sāpadesaṁ pariyantavatiṁ atthasaṁhitaṁ.
Khotbah dengan Upāli
Dalam khotbah ini, Buddha memberikan nasihat yang hangat namun tegas kepada Upāli tentang kesiapan batin sebelum memilih kehidupan menyendiri. Mari kita simak bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan dan tahapan perkembangan untuk menjelaskan pentingnya fondasi yang kokoh.
Yang Mulia Upāli menyatakan keinginannya untuk berdiam di hutan terpencil. Buddha memperingatkan bahwa kehidupan menyendiri di hutan sangat menantang dan hanya cocok bagi mereka yang telah mengembangkan samādhi. Melalui perumpamaan gajah dan kelinci di danau, serta tahapan perkembangan seorang anak, Buddha menjelaskan bahwa praktik bertahap—dari moralitas, pengendalian indria, hingga jhāna dan pencapaian lebih tinggi—adalah fondasi yang memungkinkan seseorang benar-benar menikmati keterasingan. Di akhir khotbah, Buddha menyarankan Upāli untuk tetap tinggal bersama Saṅgha.
an10.99:17.1 Samphappalāpaṁ pahāya samphappalāpā paṭivirato hoti kālavādī bhūtavādī atthavādī dhammavādī vinayavādī, nidhānavatiṁ vācaṁ bhāsitā hoti kālena sāpadesaṁ pariyantavatiṁ atthasaṁhitaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.