Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.99
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam khotbah ini, Buddha memberikan nasihat yang hangat namun tegas kepada Upāli tentang kesiapan batin sebelum memilih kehidupan menyendiri. Mari kita simak bagaimana Buddha menggunakan perumpamaan dan tahapan perkembangan untuk menjelaskan pentingnya fondasi yang kokoh.
Yang Mulia Upāli menyatakan keinginannya untuk berdiam di hutan terpencil. Buddha memperingatkan bahwa kehidupan menyendiri di hutan sangat menantang dan hanya cocok bagi mereka yang telah mengembangkan samādhi. Melalui perumpamaan gajah dan kelinci di danau, serta tahapan perkembangan seorang anak, Buddha menjelaskan bahwa praktik bertahap—dari moralitas, pengendalian indria, hingga jhāna dan pencapaian lebih tinggi—adalah fondasi yang memungkinkan seseorang benar-benar menikmati keterasingan. Di akhir khotbah, Buddha menyarankan Upāli untuk tetap tinggal bersama Saṅgha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Imampi kho, upāli, mama sāvakā attani dhammaṁ sampassamānā araññavanapatthāni pantāni senāsanāni paṭisevanti, anuppattasadatthā ca viharanti.
“Demikian pula, Upāli, para siswaKu yang melihat kualitas ini dalam diri mereka sendiri, mereka mendiami tempat-tempat tinggal terpencil di hutan belantara dan pedalaman. Dan mereka berdiam setelah mencapai tujuan batin mereka.
“When my disciples see this quality inside themselves they frequent remote lodgings in the wilderness and the forest. And they have achieved their heart’s goal.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.