an10.97:8.1 Ia memahami pikiran makhluk lain dan orang lain dengan merangkulnya dengan pikirannya sendiri.
an10.97:8.2 Ia memahami pikiran dengan nafsu sebagai ‘pikiran dengan nafsu’;
an10.97:8.3 dan pikiran tanpa nafsu sebagai ‘pikiran tanpa nafsu’.
an10.97:8.4 Ia memahami pikiran dengan kebencian …
an10.97:8.5 pikiran tanpa kebencian …
an10.97:8.6 pikiran dengan delusi …
an10.97:8.7 pikiran tanpa delusi …
an10.97:8.8 pikiran yang mengerut …
an10.97:8.9 pikiran yang kacau …
an10.97:8.10 pikiran yang luas …
an10.97:8.11 pikiran yang tidak luas …
an10.97:8.12 pikiran yang tidak tertandingi …
an10.97:8.13 pikiran yang tertandingi …
an10.97:8.14 pikiran yang terpusat dalam samādhi …
an10.97:8.15 pikiran yang tidak terpusat dalam samādhi …
an10.97:8.16 pikiran yang terbebaskan …
an10.97:8.17 Mereka memahami pikiran yang tidak terbebaskan sebagai ‘pikiran yang tidak terbebaskan’.
