‹
AN 10.92

Bhayasutta

Bahaya-bahaya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.92

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan apa artinya menjadi seorang pemasuk-arus dalam ajaran Buddha. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang syarat-syarat yang membuat seseorang dapat dengan yakin menyatakan diri telah mencapai tahap awal pencerahan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada perumah tangga Anāthapiṇḍika tentang bagaimana seorang siswa mulia dapat menyatakan dirinya sebagai pemasuk-arus (sotāpanna). Syaratnya adalah meredakan lima bahaya dan permusuhan, memiliki empat faktor pemasuk-arus, dan memahami jalan mulia, yaitu hukum sebab-akibat (paṭiccasamuppāda).

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an10.92:6.1 Dan apakah sistem mulia yang telah ia lihat dengan jelas dan tembus dengan kebijaksanaan?

an10.92:6.2 Di sini, perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan:

an10.92:6.3 ‘Ketika ini ada, ini menjadi; karena munculnya ini, ini muncul.

an10.92:6.4 Ketika ini tidak ada, ini tidak menjadi; karena lenyapnya ini, ini lenyap. Yaitu:

an10.92:6.5 Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, muncullah bentukan-bentukan mental.

an10.92:6.6 Dengan bentukan-bentukan mental sebagai kondisi, muncullah kesadaran.

an10.92:6.7 Dengan kesadaran sebagai kondisi, muncullah batin dan bentuk.

an10.92:6.8 Dengan batin dan bentuk sebagai kondisi, muncullah enam landasan indra.

an10.92:6.9 Dengan enam landasan indra sebagai kondisi, muncullah kontak.

an10.92:6.10 Dengan kontak sebagai kondisi, muncullah perasaan.

an10.92:6.11 Dengan perasaan sebagai kondisi, muncullah ketagihan.

an10.92:6.12 Dengan ketagihan sebagai kondisi, muncullah kemelekatan.

an10.92:6.13 Dengan kemelekatan sebagai kondisi, muncullah penjelmaan.

an10.92:6.14 Dengan penjelmaan sebagai kondisi, muncullah kelahiran.

an10.92:6.15 Dengan kelahiran sebagai kondisi, muncullah penuaan dan kematian, duka, ratapan, sakit, kesedihan, dan keputusasaan.

an10.92:6.16 Demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.

an10.92:6.17 Ketika kebodohan batin lenyap dan berhenti tanpa sisa, maka aktivitas-aktivitas kehendak berhenti. Ketika aktivitas-aktivitas kehendak berhenti, kesadaran berhenti. Ketika kesadaran berhenti, batin dan bentuk jasmani berhenti. Ketika batin dan bentuk jasmani berhenti, enam bidang indria berhenti. Ketika enam bidang indria berhenti, kontak berhenti. Ketika kontak berhenti, perasaan berhenti. Ketika perasaan berhenti, nafsu keinginan berhenti. Ketika nafsu keinginan berhenti, kemelekatan berhenti. Ketika kemelekatan berhenti, kelangsungan eksistensi berhenti. Ketika kelangsungan eksistensi berhenti, kelahiran kembali berhenti. Ketika kelahiran kembali berhenti, maka usia tua dan kematian, dukacita, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan berhenti.

an10.92:6.18 Demikianlah berhentinya keseluruhan massa penderitaan ini.’

an10.92:6.19 Dan inilah jalan mulia yang telah ia lihat dengan jelas dan tembus dengan kebijaksanaan.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.