Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.89
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengisahkan sebuah peristiwa dramatis yang menunjukkan konsekuensi dari niat buruk dan ucapan tidak bijaksana. Mari kita simak bagaimana teguran Buddha dan peristiwa yang menyusul menggambarkan hukum karma dalam kehidupan nyata.
Bhikkhu Kokālika menuduh Sāriputta dan Moggallāna memiliki keinginan jahat, meskipun Buddha telah menegurnya tiga kali. Tak lama setelah itu, tubuhnya dipenuhi bisul yang semakin membesar hingga pecah, dan ia meninggal. Ia terlahir kembali di neraka Paduma karena kebenciannya. Buddha kemudian menjelaskan lamanya kehidupan di neraka tersebut melalui perumpamaan biji wijen dan tingkatan neraka.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Kemudian, pada larut malam, Brahmā Sahampati dengan cahaya gemilangnya menerangi seluruh Hutan Jeta, mendekati Sang Bhagavā, memberi hormat, berdiri di satu sisi, dan berkata kepada Beliau,
Then, late at night, the glorious divinity Sahampati, lighting up the entire Jeta’s Grove, went up to the Buddha, bowed, stood to one side, and said to him,
Setelah meninggal dunia, Yang Mulia, bhikkhu Kokālika terlahir kembali di neraka Paduma karena membangkitkan kebencian dalam batinnya terhadap Sāriputta dan Moggallāna."
He was reborn in the Pink Lotus hell because of his resentment for Sāriputta and Moggallāna.”
Setelah mengatakan hal ini, ia memberi hormat kepada Bhagavā, berjalan mengelilingi Beliau dengan sisi kanannya menghadap ke arah Beliau, dan lenyap tepat di tempat itu.
Then he bowed and respectfully circled the Buddha, keeping him on his right, before vanishing right there.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.89 · Khotbah tentang Kokālika | Tiga Keranjang