Atha kho kokāliko bhikkhu teneva ābādhena kālamakāsi.
Kemudian bhikkhu Kokālika meninggal dunia karena penyakit itu juga.
Then the mendicant Kokālika died of that illness.
Khotbah tentang Kokālika
Sutta ini mengisahkan sebuah peristiwa dramatis yang menunjukkan konsekuensi dari niat buruk dan ucapan tidak bijaksana. Mari kita simak bagaimana teguran Buddha dan peristiwa yang menyusul menggambarkan hukum karma dalam kehidupan nyata.
Bhikkhu Kokālika menuduh Sāriputta dan Moggallāna memiliki keinginan jahat, meskipun Buddha telah menegurnya tiga kali. Tak lama setelah itu, tubuhnya dipenuhi bisul yang semakin membesar hingga pecah, dan ia meninggal. Ia terlahir kembali di neraka Paduma karena kebenciannya. Buddha kemudian menjelaskan lamanya kehidupan di neraka tersebut melalui perumpamaan biji wijen dan tingkatan neraka.
Atha kho kokāliko bhikkhu teneva ābādhena kālamakāsi.
Kemudian bhikkhu Kokālika meninggal dunia karena penyakit itu juga.
Then the mendicant Kokālika died of that illness.
Kālaṅkato ca kokāliko bhikkhu padumaṁ nirayaṁ upapajjati sāriputtamoggallānesu cittaṁ āghātetvā.
Setelah meninggal dunia, bhikkhu Kokālika terlahir kembali di neraka Paduma karena membenci Sāriputta dan Moggallāna.
He was reborn in the Pink Lotus hell because of his resentment for Sāriputta and Moggallāna.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.