‹
AN 10.88

Akkosakasutta

Sutta tentang Seorang yang Suka Mencaci

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.88

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan pentingnya menjaga ucapan dan sikap terhadap sesama, terutama mereka yang berlatih dalam kehidupan suci. Mari kita simak dengan hati terbuka bagaimana Sang Buddha menggambarkan konsekuensi dari perbuatan tercela ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa seorang bhikkhu yang suka mencaci, menghina, dan menjelekkan para sahabat suci serta mencela para mulia akan mengalami salah satu dari sepuluh kemalangan. Kemalangan tersebut mencakup kegagalan mencapai yang belum dicapai, kemunduran dari yang telah dicapai, tidak jernihnya kualitas baik, keangkuhan, ketidakpuasan dalam kehidupan suci, pelanggaran, penyakit parah, kegilaan, kematian dalam kebingungan, dan kelahiran kembali di alam sengsara.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an10.88:1.1 “Mendicants, any mendicant who abuses and insults their spiritual companions, denouncing the noble ones, will, without a doubt, fall into one or other of these ten disasters.

an10.88:1.3 They don’t achieve the unachieved. What they have achieved falls away. They don’t refine their good qualities. They overestimate their good qualities. Or they lead the spiritual life dissatisfied. Or they commit a corrupt offense. Or they contract a severe illness. Or they go mad and lose their mind. They feel lost when they die. And when their body breaks up, after death, they are reborn in a place of loss, a bad place, the underworld, hell.

an10.88:1.4 Any mendicant who abuses and insults their spiritual companions, denouncing the noble ones, will, without a doubt, fall into one or other of these ten disasters.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.