‹
AN 10.87

Nappiyasutta

Nappiyasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.87

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan fondasi dari penghargaan sejati dalam kehidupan bersama. Melalui perumpamaan seekor kuda, Sang Buddha menunjukkan bahwa kehormatan bukanlah sesuatu yang bisa dituntut, melainkan buah alami dari kualitas batin yang telah diolah.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha berbicara kepada para bhikkhu tentang seorang bhikkhu yang telah meninggal dunia bernama Kalandaka. Beliau menguraikan sepuluh kualitas buruk yang membuat seorang bhikkhu tidak dihormati oleh rekan-rekan sejawatnya, dan sepuluh kualitas baik yang sebaliknya membuatnya dihormati. Ajaran ini dianalogikan dengan perbedaan antara anak kuda liar dan kuda ras murni.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.87:2.1

“Idha, bhikkhave, bhikkhu adhikaraṇiko hoti, adhikaraṇasamathassa na vaṇṇavādī.

“Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu suka menimbulkan perselisihan dan tidak memuji penyelesaian perselisihan.

“Firstly, a mendicant raises disciplinary issues and doesn’t praise the settling of disciplinary issues.

an10.87:2.2

Yampi, bhikkhave, bhikkhu adhikaraṇiko hoti adhikaraṇasamathassa na vaṇṇavādī, ayampi dhammo na piyatāya na garutāya na bhāvanāya na sāmaññāya na ekībhāvāya saṁvattati.

Para bhikkhu, bahwa seorang bhikkhu suka menimbulkan perselisihan dan tidak memuji penyelesaian perselisihan—ini adalah kualitas yang tidak mengarah pada rasa sayang, rasa hormat, penghargaan, kerukunan, dan kesatuan.

This quality doesn’t conduce to fondness, respect, esteem, harmony, and unity.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.