Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.81
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat namun dalam antara Yang Mulia Bāhuna dan Sang Buddha tentang hakikat kebebasan sejati. Perhatikan bagaimana Sang Buddha menggunakan perumpamaan bunga teratai untuk menggambarkan keterlepasan yang sempurna.
Yang Mulia Bāhuna bertanya kepada Sang Buddha tentang berapa banyak hal yang telah dilepaskan oleh Sang Tathāgata sehingga Beliau hidup dengan pikiran yang bebas dari batasan. Sang Buddha menjawab bahwa Beliau telah terlepas dari sepuluh hal: bentuk, perasaan, persepsi, bentukan-bentukan kehendak, kesadaran, kelahiran kembali, penuaan, kematian, penderitaan, dan kekotoran batin. Beliau mengibaratkan hal ini seperti bunga teratai yang tumbuh di air namun tidak dilekati oleh air.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Bāhuna, bagaikan sebuah teratai biru, atau teratai merah, atau teratai putih, yang tumbuh di dalam air, berkembang di dalam air, namun muncul ke atas permukaan air dan berdiri tanpa air yang melekat padanya;
Suppose there was a blue water lily, or a pink or white lotus. Though it sprouted and grew in the water, it would rise up above the water and stand with no water clinging to it.
demikian pula, Bāhuna, dari sepuluh hal ini Sang Tathāgata telah terlepas, terurai, terbebaskan, sehingga Beliau berdiam dengan pikiran yang bebas dari batasan."
In the same way, the Realized One has escaped from ten things, so that he lives detached, liberated, with mind free of boundaries.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.81 · Khotbah tentang Bāhuna | Tiga Keranjang