an10.76:21.1 Para bhikkhu, seseorang yang memiliki rasa malu dan takut akan akibat perbuatan salah adalah tekun.
an10.76:21.2 Ketika tekun, ia mampu meninggalkan ketidakhormatan, ketidakmudahan dinasihati, dan pertemanan yang buruk.
an10.76:21.3 Ketika memiliki teman yang baik, ia mampu meninggalkan ketidakpercayaan, kekikiran, dan kemalasan.
an10.76:21.4 Ketika bersemangat, ia mampu meninggalkan kegelisahan, ketidakterkendalian, dan perilaku tidak bermoral.
an10.76:21.5 Ketika bermoral, ia mampu meninggalkan keengganan untuk menemui para mulia, keengganan untuk mendengarkan Dhamma para mulia, dan pikiran yang suka mencari-cari kesalahan.
an10.76:21.6 Ketika pikirannya tidak suka mencari-cari kesalahan, ia mampu meninggalkan ketidakmampuan mengingat, kurangnya kewaspadaan, dan kekacauan pikiran.
an10.76:21.7 Ketika pikirannya tidak kacau, ia mampu meninggalkan perhatian yang tidak pada tempatnya, mengikuti jalan yang salah, dan kelambanan pikiran.
an10.76:21.8 Ketika pikirannya tidak lamban, ia mampu meninggalkan pandangan tentang diri, keragu-raguan, dan genggaman keliru pada aturan dan praktik.
an10.76:21.9 Ketika tanpa keragu-raguan, ia mampu meninggalkan nafsu, kebencian, dan delusi.
an10.76:21.10 Setelah meninggalkan nafsu, kebencian, dan delusi, ia mampu meninggalkan kelahiran, penuaan, dan kematian.”
an10.76:21.11 Ke enam.
