‹
AN 10.75

Migasālāsutta

Khotbah dengan Migasālā

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.75

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan kompleksitas penilaian terhadap orang lain. Mari kita simak bagaimana Buddha menjelaskan bahwa kualitas batin seseorang tidak selalu terlihat dari perilaku luarnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Umat awam Migasālā bingung karena ayahnya yang hidup suci dan pamannya yang tidak, keduanya dinyatakan Buddha terlahir di alam Tusita. Ia bertanya kepada Ānanda, yang kemudian menyampaikan kebingungan ini kepada Buddha. Buddha menjelaskan bahwa menilai kualitas spiritual seseorang tidak bisa dilakukan dari penampilan lahiriah saja, dan menguraikan sepuluh tipe individu di dunia berdasarkan moralitas dan pemahaman mereka terhadap kebebasan batin.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.75:4.1

Atha kho āyasmā ānando migasālāya upāsikāya nivesane piṇḍapātaṁ gahetvā uṭṭhāyāsanā pakkāmi.

Kemudian Yang Mulia Ānanda, setelah menerima makanan derma di kediaman Migasālā, bangkit dari duduknya dan pergi.

Then Ānanda, after receiving almsfood at Migasālā’s home, rose from his seat and left.

an10.75:4.2

Atha kho āyasmā ānando pacchābhattaṁ piṇḍapātapaṭikkanto yena bhagavā tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā ekamantaṁ nisīdi. Ekamantaṁ nisinno kho āyasmā ānando bhagavantaṁ etadavoca:

Kemudian Yang Mulia Ānanda, setelah makan dan kembali dari perjalanan menerima dana makanan, mendekati Sang Bhagavā, memberi hormat kepadanya, lalu duduk di satu sisi. Sambil duduk di satu sisi, Yang Mulia Ānanda berkata kepada Sang Bhagavā:

Then after the meal, on his return from almsround, Ānanda went to the Buddha, bowed, sat down to one side, and told him what had happened.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.