‹
AN 10.72

Kaṇṭakasutta

Kaṇṭakasutta: Duri

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.72

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan hal-hal halus yang dapat mengganggu ketenangan batin dan kemajuan spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan sepuluh duri tersebut dengan bijaksana.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Saat Sang Buddha berdiam di Vesālī bersama para sesepuh siswa, sekelompok Licchavi yang termasyhur datang dengan kereta-kereta indah dan membuat kegaduhan. Para sesepuh siswa, mengingat bahwa suara adalah duri bagi jhāna, pergi ke Hutan Sal Gosiṅga untuk bermeditasi dengan tenang. Sang Buddha memuji tindakan mereka dan kemudian mengajarkan sepuluh duri yang menghalangi latihan spiritual, dari kesenangan pada keramaian hingga nafsu, kebencian, dan delusi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an10.72:6.3 Relishing company is a thorn for someone who loves seclusion. Focusing on the feature of beauty is a thorn for someone pursuing the meditation on the feature of ugliness. Seeing shows is a thorn to someone restraining the senses. Lingering in the neighborhood of females is a thorn to chastity. Sound is a thorn to the first absorption. Placing the mind and keeping it connected are a thorn to the second absorption. Rapture is a thorn to the third absorption. Breathing is a thorn to the fourth absorption. Perception and feeling are a thorn to the attainment of the cessation of perception and feeling. Greed, hate, and delusion are thorns.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.