an10.72:3.1 Then the Buddha said to the mendicants:
an10.72:3.2 “Mendicants, where are Cāla, Upacāla, Kakkaṭa, Kaṭimbha, Kaṭa, and Kaṭissaṅga?
an10.72:3.3 Where have these senior disciples gone?”
Kaṇṭakasutta: Duri
Sutta ini mengajak kita merenungkan hal-hal halus yang dapat mengganggu ketenangan batin dan kemajuan spiritual. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menguraikan sepuluh duri tersebut dengan bijaksana.
Saat Sang Buddha berdiam di Vesālī bersama para sesepuh siswa, sekelompok Licchavi yang termasyhur datang dengan kereta-kereta indah dan membuat kegaduhan. Para sesepuh siswa, mengingat bahwa suara adalah duri bagi jhāna, pergi ke Hutan Sal Gosiṅga untuk bermeditasi dengan tenang. Sang Buddha memuji tindakan mereka dan kemudian mengajarkan sepuluh duri yang menghalangi latihan spiritual, dari kesenangan pada keramaian hingga nafsu, kebencian, dan delusi.
an10.72:3.1 Then the Buddha said to the mendicants:
an10.72:3.2 “Mendicants, where are Cāla, Upacāla, Kakkaṭa, Kaṭimbha, Kaṭa, and Kaṭissaṅga?
an10.72:3.3 Where have these senior disciples gone?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.