Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.62
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana segala sesuatu di dalam batin tidak muncul tanpa sebab. Mari kita telusuri bersama rantai sebab-akibat yang dipaparkan, dari hal yang tampak sederhana seperti pergaulan hingga mencapai kebebasan.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa ketagihan terhadap kelangsungan hidup (bhavataṇhā) tidak memiliki awal yang dapat diketahui, namun memiliki kondisi yang jelas. Beliau memaparkan rantai sebab-akibat yang berawal dari pergaulan dengan orang yang bukan orang baik, yang mengarah pada ketidaktahuan dan akhirnya ketagihan. Sebaliknya, pergaulan dengan orang baik memicu rantai positif yang berpuncak pada pengetahuan dan kebebasan. Ajaran ini diilustrasikan dengan perumpamaan hujan yang mengalir dari puncak gunung hingga memenuhi samudra.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Bagaikan, para bhikkhu, ketika hujan deras turun di puncak gunung, air yang mengalir mengikuti kemiringan akan memenuhi celah-celah, jurang, dan lembah. Ketika celah-celah, jurang, dan lembah penuh, ia memenuhi kolam-kolam kecil. Ketika kolam-kolam kecil penuh, ia memenuhi danau-danau. Ketika danau-danau penuh, ia memenuhi sungai-sungai kecil. Ketika sungai-sungai kecil penuh, ia memenuhi sungai-sungai besar. Ketika sungai-sungai besar penuh, ia memenuhi samudra raya.
It’s like when the heavens rain heavily on a mountain top, and the water flows downhill to fill the hollows, crevices, and creeks. As they become full, they fill up the pools. The pools fill up the lakes, the lakes fill up the streams, and the streams fill up the rivers. And as the rivers become full, they fill up the ocean.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.62 · Khotbah tentang Ketagihan | Tiga Keranjang