Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.61
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana segala sesuatu di dalam batin tidak muncul secara kebetulan, melainkan karena serangkaian kondisi yang saling terkait. Mari kita telusuri bersama rantai sebab-akibat yang dipaparkan oleh Sang Buddha, baik yang menuntun pada kebodohan maupun yang menuntun pada kebebasan.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kebodohan (avijjā) bukanlah fenomena tanpa awal, melainkan memiliki rantai kondisi yang jelas. Beliau menguraikan sepuluh faktor yang saling menopang, dimulai dari pergaulan dengan orang yang tidak baik hingga memuncak pada kebodohan. Sebaliknya, Beliau juga memaparkan sepuluh faktor yang menuntun pada pengetahuan dan kebebasan, yang berakar dari pergaulan dengan orang baik. Ajaran ini diperjelas dengan perumpamaan air hujan yang mengalir dari puncak gunung hingga memenuhi samudra.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Seperti halnya, para bhikkhu, ketika hujan deras turun di puncak gunung, air itu mengalir mengikuti kemiringan, memenuhi celah-celah, jurang, dan lembah. Ketika celah-celah, jurang, dan lembah itu penuh, mereka memenuhi kolam-kolam kecil. Kolam-kolam kecil yang penuh memenuhi kolam-kolam besar. Kolam-kolam besar yang penuh memenuhi sungai-sungai kecil. Sungai-sungai kecil yang penuh memenuhi sungai-sungai besar. Sungai-sungai besar yang penuh memenuhi samudra raya.
It’s like when the heavens rain heavily on a mountain top, and the water flows downhill to fill the hollows, crevices, and creeks. As they become full, they fill up the pools. The pools fill up the lakes, the lakes fill up the streams, and the streams fill up the rivers. And as the rivers become full, they fill up the ocean.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.