‹
AN 10.61

Avijjāsutta

Sutta Kebodohan

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.61

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana segala sesuatu di dalam batin tidak muncul secara kebetulan, melainkan karena serangkaian kondisi yang saling terkait. Mari kita telusuri bersama rantai sebab-akibat yang dipaparkan oleh Sang Buddha, baik yang menuntun pada kebodohan maupun yang menuntun pada kebebasan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa kebodohan (avijjā) bukanlah fenomena tanpa awal, melainkan memiliki rantai kondisi yang jelas. Beliau menguraikan sepuluh faktor yang saling menopang, dimulai dari pergaulan dengan orang yang tidak baik hingga memuncak pada kebodohan. Sebaliknya, Beliau juga memaparkan sepuluh faktor yang menuntun pada pengetahuan dan kebebasan, yang berakar dari pergaulan dengan orang baik. Ajaran ini diperjelas dengan perumpamaan air hujan yang mengalir dari puncak gunung hingga memenuhi samudra.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an10.61:2.1 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa kebodohan memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.4 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa lima rintangan memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.6 Harus dikatakan: ‘Tiga jenis perbuatan salah.’

an10.61:2.7 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa tiga jenis perbuatan salah memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.8 Dan apakah penyebab tiga jenis perbuatan salah?

an10.61:2.9 Harus dikatakan: ‘Tidak terkendalinya indria.’

an10.61:2.10 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa tidak terkendalinya indria memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.11 Dan apakah penyebab tidak terkendalinya indria?

an10.61:2.12 Harus dikatakan: ‘Kurangnya perhatian dan kewaspadaan.’

an10.61:2.13 Aku katakan, para bhikkhu, bahwa kurangnya perhatian dan kewaspadaan memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.14 Dan apakah penyebab kurangnya perhatian dan kewaspadaan?

an10.61:2.15 Harus dikatakan: ‘Penerapan pikiran yang tidak bijaksana.’

an10.61:2.16 Para bhikkhu, Aku katakan bahwa pengamatan yang tidak pada tempatnya itu memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.17 Dan apakah penyebab dari pengamatan yang tidak pada tempatnya?

an10.61:2.19 Para bhikkhu, Aku katakan bahwa kurangnya keyakinan itu memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.21 Harus dikatakan: ‘Mendengarkan ajaran yang tidak benar.’

an10.61:2.22 Para bhikkhu, Aku katakan bahwa mendengarkan ajaran yang tidak benar itu memiliki penyebab, bukan tanpa penyebab.

an10.61:2.23 Dan apakah penyebab dari mendengarkan ajaran yang tidak benar?

an10.61:2.24 Harus dikatakan: ‘Bergaul dengan orang-orang yang tidak baik.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.