‘Puggalampāhaṁ, bhikkhave, duvidhena vadāmi—
‘Para bhikkhu, Aku katakan bahwa ada dua macam individu:
‘I say that there are two two kinds of individual:
Khotbah tentang Ketenangan
Sutta ini mengajak kita untuk jujur melihat diri sendiri, seperti bercermin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha merinci cara menilai kemajuan batin dan bijak memilih hal-hal di sekitar kita.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu untuk terampil memahami pikiran mereka sendiri, seperti bercermin untuk melihat kotoran. Beliau menjelaskan empat kemungkinan kondisi batin—memiliki ketenangan atau pandangan terang, keduanya, atau tidak sama sekali—dan bagaimana melatih untuk menyeimbangkan keduanya. Setelah itu, Beliau memberikan kriteria praktis untuk menilai segala hal, mulai dari jubah hingga pertemanan: apakah hal itu memunculkan kualitas tidak terampil atau kualitas terampil dalam diri kita.
‘Puggalampāhaṁ, bhikkhave, duvidhena vadāmi—
‘Para bhikkhu, Aku katakan bahwa ada dua macam individu:
‘I say that there are two two kinds of individual:
sevitabbampi asevitabbampī’ti,
yang sebaiknya dikunjungi dan yang sebaiknya tidak dikunjungi.’
those you should frequent, and those you shouldn’t frequent.’
iti kho panetaṁ vuttaṁ. Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?
Demikianlah apa yang Kukatakan. Tetapi mengapa Aku mengatakannya?
That’s what I said, but why did I say it?
Tattha yaṁ jaññā puggalaṁ:
Di sana, jika engkau mengetahui seorang individu:
Well, should you know of an individual:
‘imaṁ kho me puggalaṁ sevato akusalā dhammā abhivaḍḍhanti, kusalā dhammā parihāyantī’ti, evarūpo puggalo na sevitabbo.
‘Ketika aku sering mengunjungi individu ini, kualitas-kualitas tidak terampil bertambah, dan kualitas-kualitas terampil berkurang.’ Maka individu semacam itu sebaiknya tidak dikunjungi.
‘When I frequent this individual, unskillful qualities grow, and skillful qualities decline.’ You should not frequent that kind of individual.
Tattha yaṁ jaññā puggalaṁ:
Sedangkan, jika engkau mengetahui seorang individu:
Whereas, should you know of an individual:
‘imaṁ kho me puggalaṁ sevato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhantī’ti, evarūpo puggalo sevitabbo.
‘Ketika aku sering mengunjungi individu ini, kualitas-kualitas tidak terampil berkurang, dan kualitas-kualitas terampil bertambah.’ Maka individu semacam itu sebaiknya dikunjungi.
‘When I frequent this individual, unskillful qualities decline, and skillful qualities grow.’ You should frequent that kind of individual.
‘Puggalampāhaṁ, bhikkhave, duvidhena vadāmi—
‘Para bhikkhu, Aku katakan bahwa ada dua macam individu:
‘I say that there are two kinds of individual:
sevitabbampi asevitabbampī’ti,
yang sebaiknya dikunjungi dan yang sebaiknya tidak dikunjungi.’
those you should frequent, and those you shouldn’t frequent.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttan”ti.
Demikianlah apa yang Kukatakan, dan inilah alasannya Aku mengatakannya.”
That’s what I said, and this is why I said it.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.